Minggu 13 September 2015, 00:00 WIB

Wow, Padalka Dua Tahun Lebih Hidup di Antariksa

Wow, Padalka Dua Tahun Lebih Hidup di Antariksa

AFP/POOL/YURI KOCHETKOV
Media Indonesia

 

"PENDARATAN telah terjadi," ucap seorang juru bicara Roscosmos (Badan Antariksa Rusia) kepada AFP. "Semuanya berjalan lancar," jelas juru bicara Roscosmos yang melaporkan pendaratan dua kosmonaut dan satu astronaut dari Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS).

Kosmonaut Rusia Gennady Padalka telah mendarat di Bumi dengan selamat bersama dua rekannya, kemarin. Kembalinya Padalka tersebut memecahkan rekor terlama manusia yang berada di angkasa luar dalam sejarah dunia antariksa.

Setelah menjalani lima misi perjalanan berbeda di angkasa luar selama 879 hari, Padalka akhirnya menjejakkan kaki di padang rumput gersang di wilayah Kazakhstan. Tepat pukul 00.51 waktu setempat atau pukul 07.51 WIB, dia mendarat dengan ditemani kosmonaut Kazakhstan, Aidyn Aimbetov, dan astronaut Denmark, Andreas Mogensen.

"Saya merasa baik," ujar Padalka seraya menyeruput teh dan menggigit buah apel di Kantor Angkasa Luar Kazakhstan, kemarin. Saat mencicip sajian makanan itu, Padalka dikelilingi sejumlah pejabat Badan Antariksa Rusia.

"Sekarang Anda perlu tinggal di Bumi sebentar," ujar Talgat Musabayev, Kepala Badan Antariksa Kazakhstan, Kazcosmos, yang mencandai Padalka.

Padalka telah ditunjuk sebagai pemimpin ekspedisi ke-44 di ISS. Tak hanya itu, kosmonaut dari 'Negari Beruang Merah' itu juga memecahkan rekor berada di angkasa luar selama 10 tahun terakhir.

Bahkan, Padalka mampu melampaui rekor terlama berada di angkasa luar yang ditorehkan rekan senegaranya, Sergei Krikalev.

Krikalev yang mendarat pada 28 Juni lalu berada di angkasa luar selama 803 hari, 9 jam, dan 41 menit.

Padalka mengangkasa dari Kosmodrome (Pusat Peluncuran Pesawat Angkasa Luar), Baikonur, Kazakhstan, pada 27 Maret 2013. Dia bertolak ke ISS ditemani rekannya, Mikhail Kornienko dari Rusia, dan Scott Kelly dari Amerika Serikat (AS).

Sebaliknya, rekan Padalka, yakni Mogensen astronaut pertama dari Denmark, dan Aimbetov kosmonaut ketiga dari Kazakhstan, justru berada di angkasa luar paling singkat. Keduanya terbang menggunakan pesawat angkasa luar Soyuz TMA-18M pada 2 September lalu dan berada di ISS hanya selama dua hari hingga 4 September.

Perjalanan antariksa yang melibatkan kosmonaut dan astronaut tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama angkasa luar internasional antara Rusia dan Barat. Sayangnya, program kerja sama antariksa itu terbentur krisis politik Ukraina yang melibatkan Rusia dan AS serta sekutunya.

Di tengah program kerja sama angkasa luar yang tengah menghadapi kendala, Rusia telah melakukan perjalanan pesawat angkasa luar selama hampir tiga bulan.

Padahal, sebelumnya, Roscosmos gagal menerbangkan pesawat nirawak pada April lalu.

Pesawat nirawak tersebut kehilangan kontak dengan bumi dan terbakar di atmosfer.

Pada Mei lalu, roket angkasa luar Rusia lainnya, Proton-M, membawa satelit milik Meksiko. Namun, roket pembawa satelit tersebut mengalami malafungsi dan jatuh di wilayah Siberia.(Deri Dahuri/AFP/J-3)

Baca Juga

Medcom

Serangan terhadap Sekolah di Kamerun, 8 Siswa Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:24 WIB
PBB mengatakan serangan itu merupakan salah satu yang terburuk di wilayah tersebut hingga saat...
Dok : Reuters/Medcom.id

Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 1 Juta

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:10 WIB
Pada Kamis, Prancis melaporkan rekor harian kasus baru sebanyak 41.622 dan jumlah pasien dalam perawatan intensif berada pada level...
AFP/Medcom.id

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:03 WIB
Lonjakan kasus terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 November. Virus menghantam sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya