Jumat 11 September 2015, 00:00 WIB

NATO Peringatkan Rusia soal Suriah

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
NATO Peringatkan Rusia soal Suriah
 
SEJUMLAH foto yang beredar tentang aktivitas tentara Rusia dalam jumlah yang signifikan di Suriah membuat Amerika Serikat (AS) dan sekutu khawatir 'Negeri Beruang Merah' itu secara diam-diam memperkuat rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Rusia merupakan sekutu dekat Suriah sejak era Uni Soviet sehingga tentara Kremlin telah lama bercokol di negara yang sedang didera konflik sektarian itu. Namun, sejak rezim Al-Assad digoyang aksi pemberontakan, termasuk oleh militan Islamic State (IS), kehadiran Rusia di sana terus meningkat.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry, Rabu (9/9) waktu setempat, telah menyatakan keprihatinannya atas kegiatan militer Rusia di Suriah. Menlu AS itu memperingatkan bahwa hal tersebut bisa meningkatkan intensitas konflik dan merusak perdamaian di kawasan. Juru bicara John Kirby mengatakan Kerry telah menelepon Menlu Rusia Sergey Lavrov untuk mengonfirmasi masalah tersebut. Kerry mengatakan kepada rekan sejabatnya itu bahwa kegiatan militer Moskow di Damaskus bisa menimbulkan kekerasan yang lebih besar dan menyulitkan upaya untuk mengakhiri konflik. Di tempat terpisah,

Pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg, memperingatkan keterlibatan Rusia tidak akan membantu memecahkan konflik. "Saya pikir yang sangat penting saat ini ialah menemukan solusi politik untuk konflik Suriah. Kami mendukung penuh upaya PBB," ujarnya. Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan kesepakatan nuklir Iran dan inisiatif PBB merupakan upaya awal untuk mengakhiri konflik Suriah. Citra satelit menunjukkan aktivitas Rusia berfokus di Bassel al-Assad International Airport, yaitu di selatan Latakia di Pantai Mediterania.

Armada militer Rusia juga meningkat signifikan di fasilitas angkatan laut mereka di Tartus. Para pejabat AS mengatakan aktivitas militer Rusia di Suriah bukan lagi rahasia. Mereka mengklaim, baru-baru ini Moskow mengirim pesawat tambahan, dua kapal, dan pasukan infanteri angkatan laut ke Suriah. Seorang sumber pejabat Libanon juga mengatakan tentara Rusia telah ambil bagian dalam pertempuran di lapangan. Namun, juru bicara kementerian luar negeri Rusia berkeras bahwa tidak ada yang baru dari kegiatan mereka di Suriah.

Mereka beralasan Moskow secara terbuka telah memasok senjata dan mengirim spesialis militer untuk Damaskus berdasarkan kontrak perjanjian yang telah lama terjalin. "Rusia tidak pernah merahasiakan kerja sama teknis militer dengan Suriah," kata juru bicara Maria Zakharova. Suriah juga membantah tentang adanya pembaruan fasilitas militer oleh pasukan Rusia di wilayahnya.

Menghancurkan sejarah
Dalam The Art of War, ahli perang Sun Tzu mencatat bahwa bersikap misterius amat penting untuk membingungkan musuh agar tidak dapat memahami maksud kita yang sebenarnya. Teori perang itu tampaknya dipahami betul oleh kelompok IS, termasuk penghancuran situs bersejarah Palmyra. Organisasi ekstremis yang semula bernama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu mengembangkan logika tersebut dengan cara yang fantastis untuk menarik simpati siapa saja, menggunakan media di dunia untuk menumbuhkan citra barbar, dan merekrut anggota baru. Penghancuran situs Palmyra dilakukan untuk menggoyahkan posisi lawan dan membuat mereka bingung. Begitu juga dengan aksi eksekusi para tahanan yang dilakukan secara kejam dan keji.

Baca Juga

Medcom

Serangan terhadap Sekolah di Kamerun, 8 Siswa Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:24 WIB
PBB mengatakan serangan itu merupakan salah satu yang terburuk di wilayah tersebut hingga saat...
Dok : Reuters/Medcom.id

Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 1 Juta

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:10 WIB
Pada Kamis, Prancis melaporkan rekor harian kasus baru sebanyak 41.622 dan jumlah pasien dalam perawatan intensif berada pada level...
AFP/Medcom.id

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:03 WIB
Lonjakan kasus terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 November. Virus menghantam sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya