Jumat 11 September 2015, 00:00 WIB

Pelaku Bom Bangkok Suap Polisi

Andhika Prasetyo | Internasional
Pelaku Bom Bangkok Suap Polisi

Adam Karadag---AFP/PORNCHAI KITTIWONGSAKUL

 
DI tengah maraknya tuduhan korupsi yang melibatkan aparat kepolisian Thailand, ternyata salah satu pelaku utama bom Bangkok juga mengaku menyuap polisi sebesar US$600 untuk dapat masuk secara ilegal ke negara itu.

Pihak kepolisian Thailand mengatakan peran pelaku pertama yang ditangkap, Adem Karadag, dalam aksi peledakan bom di Kuil Erawan, Bangkok, belum diketahui. Namun, polisi telah mengungkapkan bagaimana pria pemilik paspor Turki itu masuk Thailand.

"Pelaku pertama, Adem Karadag, mengatakan sebelum masuk ke Thailand, dia berada di Vietnam. Lalu dia menuju ke salah satu negara tetangga lainnya dan membayar uang sejumlah US$600 kepada petugas perbatasan untuk masuk ke sini," ujar Kepala Kepolisian Thailand Somyot Poompanmoung.

Somyot tidak menyebutkan secara terang-terangan negara tetangga yang dimaksudnya. Namun, dua negara yang dimaksudkan tersebut diduga kuat Laos atau Kamboja.

Dalam beberapa hari terakhir, Somyot yang pernah menjabat wakil komandan imigrasi telah menginterogasi petugas perbatasan atas kejadian tersebut. "Saya tidak bisa mengabaikan masalah ini. Saya merasa sangat malu," papar Somyot.

Yusufu Mieraili, yang mengaku sebagai pengantar tas berisi bom kepada pria berbaju kuning yang tertangkap kamera CCTV, juga ditangkap di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja.

Setelah tragedi bom yang menewaskan 20 orang dan mencederai 130 orang itu terjadi, setidaknya enam aparat perbatasan telah dipindahtugaskan karena dianggap lalai.

Terungkapnya kasus suap yang melibatkan polisi imigrasi itu telah membuat Somyot geram. Dia pun meminta bantuan pejabat pemerintah Thailand untuk mengatasi kasus korupsi tersebut.

Media setempat melaporkan, pada Rabu (9/9), Somyot telah mengirimkan surat yang berisi permohonan bantuan dan beberapa poin kasus dugaan suap yang sering dilakukan petugas perbatasan.

'Petugas perbatasan ialah garis terdepan dalam pertahanan kita. Mereka mengawasi setiap orang yang masuk dan keluar Thailand. Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam keamanan nasional', tulis Somyot dalam suratnya yang ditujukan kepada Perdana Menteri (PM) Prayut Chan-o-cha.

'Untuk menjadikan penyelidikan ini adil dan transparan, saya meminta Anda untuk mengirimkan petugas berwenang untuk ikut menyelidiki kasus suap di perbatasan ini', lanjut Somyot dalam suratnya.

Somyot mendesak inspektur jenderal polisi Nares Nontachote untuk segera menyelidiki para petugas imigrasi dan menyerahkan laporannya pada 23 September mendatang.(AFP/Pra/I-3)

Baca Juga

Medcom

Serangan terhadap Sekolah di Kamerun, 8 Siswa Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:24 WIB
PBB mengatakan serangan itu merupakan salah satu yang terburuk di wilayah tersebut hingga saat...
Dok : Reuters/Medcom.id

Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 1 Juta

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:10 WIB
Pada Kamis, Prancis melaporkan rekor harian kasus baru sebanyak 41.622 dan jumlah pasien dalam perawatan intensif berada pada level...
AFP/Medcom.id

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:03 WIB
Lonjakan kasus terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 November. Virus menghantam sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya