Jumat 11 September 2015, 00:00 WIB

Dijemput Maut di Laut saat Merajut Hidup

Daily Mail/Yanurisa Ananta/X-5 | Internasional
Dijemput Maut di Laut saat Merajut Hidup

AFP/AHMAD AL-RUBAYE
Zeinab Abbas memegang foto kedua anaknya, Haidar dan Zainab, saat pemakaman di Karbala, Irak, Rabu (9/9).

 

ZEINAB Abbas tak henti menangisi dua peti plastik yang berisi jenazah kedua anaknya, yakni Zainab, 12, dan Haidar, 8. Kerabat dekat juga tak mampu menahan derai emosi kesedihan. Impian untuk hidup lebih baik di negara Eropa turut terkubur bersama kedua bocah kecil tersebut.

Zainab dan Haidar tenggelam akibat kapal kecil yang mengangkut mereka terbalik di Laut Aegean, Turki. Kapal yang mereka tumpangi itu ialah kapal yang sama dinaiki Aylan Kurdi, bocah berusia tiga tahun asal Suriah, tenggelam pekan lalu.

Zeinab tak henti menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mampu menolong anak-anaknya ketika insiden terjadi. Bukan hal yang mudah saat seorang ibu menyaksikan detik-detik kematian anaknya. Zainab dan Haidar terjebak di bawah kapal dan tenggelam tanpa jaket pelampung memadai.

"Ini salahku," katanya lirih sambil menahan tangis.

Zeinab mengaku sempat menggapai tangan putrinya, tetapi gagal.

"Saya berteriak memanggil anak-anak saya, tapi mereka tidak menanggapi," ujarnya terisak.

Sesaat setelah ditemukan, tubuh kedua anaknya dipindahkan ke pesisir Bodrum, Turki. Jenazah tiba di Baghdad pada Rabu (9/9) menggunakan peti plastik dan dibawa menggunakan truk pengangkut. Keduanya dibawa ke Karbala, selatan Baghdad dan dimakamkan di kuburan mungil.

Zeinab Abbas dan suami serta ketiga anaknya meninggalkan Irak melakukan perjalanan menuju Istanbul dan melanjutkannya ke Bodrum, di pesisir pantai. Mereka menghabiskan hampir dua minggu mencoba mendapat kesempatan untuk melintasi Yunani.

"Semua orang berbicara tentang rute ini, jadi kami memutuskan bahwa kami akan pergi untuk memberikan mereka kehidupan yang lebih baik, " kata Zeinab.

Banyak warga Irak saat ini melakukan perjalanan berbahaya, lebih dari sembilan ribu pengungsi tiba di Yunani antara Januari dan Agustus tahun ini. Irak merupakan negara kelima terbanyak jumlah pengungsinya, berdasarkan data International Organization for Migration (IOM).

Zeinab, suami, dan anaknya yang ketiga selamat dalam tragedi tersebut juga termasuk ayah Aylan, Abdullah.

Abdullah mengatakan masih ada satu keluarga berjumlah lima orang dan kehilangan dua orang anaknya yang berasal dari kapal yang sama.

Abdullah pun kembali ke Suriah dan mengubur istrinya serta dua anaknya.

Baca Juga

Dok : Reuters/Medcom.id

Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 1 Juta

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:10 WIB
Pada Kamis, Prancis melaporkan rekor harian kasus baru sebanyak 41.622 dan jumlah pasien dalam perawatan intensif berada pada level...
AFP/Medcom.id

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:03 WIB
Lonjakan kasus terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 November. Virus menghantam sejumlah...
Dok aT

aT Promosikan Makanan Korea ke Sejumlah Negara Asia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:59 WIB
Sejumlah influencer dari beberapa negara Asia ditunjuk sebagai ambassador untuk mendukung program K-Food dan menjangkau basis konsumen yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya