Selasa 11 Oktober 2016, 19:51 WIB

Dikawal Penyidik KPK, Sutanto Hadiri Sidang di PN Padang

Yose Hendra | Nusantara
Dikawal Penyidik KPK, Sutanto Hadiri Sidang di PN Padang

MI/ARYA MANGGALA

 

PELAKU suap mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Xaveriandy Sutanto, akhirnya memenuhi sidang gula tanpa standar nasional Indonesia (SNI) di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Sumatra Barat, Selasa (11/10).

Sutanto dikawal penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam agenda pembuktian dengan acara pemeriksaan terdakwa tersebut.

Ketika penangkapan Sutanto bersama istrinya serta Irman Gusman dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pertengahan September lalu, Sutanto sudah berstatus tahanan kota dalam kasus gula tanpa SNI.

Tiga agenda persidangan sebelumnya, Sutanto tidak hadir karena menjadi tahanan KPK.

Sutanto datang ke PN Padang pada pukul 08.45 WIB, bersama dua penasihat hukumnya. Hal ini berbeda dari sidang sebelumnya, ketika Sutanto tidak didampingi penasihat hukum.

Selain dikawal penyidik KPK, Sutanto juga dikawal petugas dari Polda Sumbar.

Agenda sidang yang sebelumnya dijadwalkan memeriksa saksi meringankan (a de charge) yang dihadirkan terdakwa, berubah menjadi pemeriksaan terdakwa.

Dalam keterangannya, Sutanto menyangkal sejumlah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian. "Dalam BAP ada yang benar dan ada yang dipaksa untuk mengakui oleh kepolisian," ucap Sutanto saat memberikan keterangan di pengadilan.

Dia juga membantah gula yang diedarkannya tidak memiliki SNI. "Gula saya sesuai SNI tapi belum ada label SNI," tukas bos CV Semesta Berjaya ini.

Sutanto diperiksa kepolisian pada 26 April 2016 terkait peredaran gula tanpa SNI. "Ketika kejadian gula saya tarik langsung dari peredaran," ujarnya.

Menurutnya, polisi menyita gula dari gudang miliknya di Jalan By Pass, Kilometer 22, Padang. Majelis Hakim yang diketuai Amin Ismanto dengan hakim anggota, Sri Hartati dan Leba Max Nandoko, mengundur sidang selama satu pekan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dalam perkara nomor 520/PID/SUS/PN.PDG, Xaveriandy Sutanto didakwa dengan pasal berlapis. Pertama, terdakwa diancam melanggar Pasal 113 jo Pasal 57 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Kedua, terdakwa diancam dengan Pasal 65 huruf a jo Pasal 25 Ayat (2) huruf a UU Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.

Kasus lainnya, Sutanto diduga menyuap Irman Gusman Rp100 juta untuk pengaturan kuota gula impor dari Bulog ke Sumbar.

Saat berkunjung ke Jakarta, Sutanto tengah menjalani tahanan kota sebagai terdakwa tindak pidana peredaran gula non-SNI.

Irman Gusman, Sutanto dan istrinya ditangkap penyidik KPK dalam OTT. Dia pun saat ini tengah menjalani status sebagai tahanan KPK. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More