Selasa 11 Oktober 2016, 19:40 WIB

Antisipasi Banjir, Bupati Desak Pengerjaan Rumah Pompa Dipercepat

M Yakub | Nusantara
Antisipasi Banjir, Bupati Desak Pengerjaan Rumah Pompa Dipercepat

MI/Widjajadi

 

PERMUKAAN Sungai Bengawan Solo di sejumlah kawasan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berstatus Siaga II banjir. Ini karena meningkatnya kiriman air dari kawasan hulu sungai akibat curah hujan tinggi.

Peningkatan itu juga dipicu akibat banjir sejumlah kawasan di Bojonegoro. Kondisi tersebut membuat Bupati Lamongan melalukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengantisipasi luapan banjir di wilayahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun menyebutkan, tinggi muka Sungai Bengawan Solo di wilayah Lamongan cenderung mengalami peningkatan hingga Siaga II banjir.

Misalnya, pada papan duga di Kecamatan Babat, pada jam 06.00 WIB masih 7,60 meter dari permukaan air laut (dpl) kemudian naik menjadi 7,72 meter dpl pada pukul 12.00 WIB atau siaga II.

Kemudian di papan duga Pelangwot, pada jam 06.00 WIB menunjukkan pada posisi siaga kuning pada angka 5,25 meter dpl dan naik menjadi 5,40 meter dpl pada pukul 12 WIB.

Selanjutnya Karanggeneng naik dari 3,90 meter dpl dan naik menjadi siaga kuning pada titik 4,10 meter dpl dan Kuro Luar naik dari 1,91 meter dpl menjadi 1,93 meter dpl atau siaga hijau.

Peningkatan signifikan itu membuat Bupati Fadeli mengelar sidak kesiapan antisipasi bencana banjir di Kecamatan Babat. Fadeli meminta agar pengerjaan rumah pompa banjir yang baru di Kecamatan Babat segera dirampungkan.

"Musim hujan sudah datang lebih cepat, (rumah pompa) ini juga seharusnya dipercepat penyelesaiannya. Jangan sampai nanti saat curah hujan sudah tinggi, ini tidak siap," ungkapnya di Kecamatan Babat, Selasa.

Rumah pompa ini, kata dia, jadwal pengerjaannya memang belum waktunya selesai. "Tapi demi kepentingan umum, ini harus dipercepat. Kita tidak boleh leha-leha, apalagi untuk wilayah yang jadi langganan banjir," tambahnya.

Terkait kapasitas pompa banjir baru yang mencapai 1.500 liter per detik tersebut, Fadeli menyebut secara teori, harusnya sudah mampu untuk menanggulangi banjir di Babat. Meski demikian, sebagai antisipasi, dia masih berencana untuk bisa meningkatkan kapasitas pompa banjir di Babat itu hingga mencapai 2.500 liter per detik.

Agar bisa berfungsi efektif, dia meminta Dinas PU Pengairan membuat SOP terkait pengaturan penggunaan pompa banjir. Dia tidak ingin, pompa banjir itu baru dinyalakan ketika sudah ada banjir.

"Babat ini persimpangan lalu lintas yang sangat padat. Jangan sampai terjadi banjir parah lagi. Saya minta dibuat SOP, agar pompa banjir sudah dinyalakan ketika musim hujan sudah mulai, jangan menunggu banjir datang," tandasnya.

Pompa banjir itu menggunakan tenaga listrik. Terdiri atas 3 unit pompa, dengan kapasitas masing-masing sebesar 500 liter per detik. Sementara pompa lama yang berkapasitas 2 x 125 liter per detik rencanaya akan dipindah ke Desa Mungli Kecamatan Kalitengah.

Selain rumah pompa banjir, Fadeli juga melihat progres pengerjaan saluran drainase sepanjang 300 meter di Jalan Gotong Royong di Kecamatan Babat. Dia berencana membangun saluran drainase di sepanjang Jalan Gotong Royong yang panjangnya mencapai sekitar 1 kilometer. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More