Selasa 11 Oktober 2016, 19:33 WIB

Mensos Luncurkan E-Warung Ke-65 di Cimahi

Depi Gunawan | Nusantara
Mensos Luncurkan E-Warung Ke-65 di Cimahi

MI/RAMDANI

 

MENTERI Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meluncurkan layanan Elektronik Warung Kelompok Usaha Bersama (E-Warung KUBE) Citra Saluyu Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (11/10).

Tahun ini, Kemensos menargetkan bisa mendirikan 302 e-warung di 44 kabupaten/kota di Indonesia. Cimahi ditunjuk jadi kota ke-25 dan e-warung ke-65 yang diresmikan di seluruh Indonesia.

Di e-warung ini, masyarakat peserta program keluarga harapan (PKH) bisa membeli bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, dan tepung.

"Daerah yang sudah siap mendirikan e-warung adalah Kota Bandung karena wali kotanya menyampaikan siap mendirikan sampai 163 warung. Serta Kota Semarang siap mendapat tambahan 16 e-warung. Tahun depan, kita target bisa mendirikan 3.000 e-warung," kata Khofifah.

Khofifah menyatakan, selain membeli bahan pangan sebagai konversi beras untuk warga miskin (raskin), penerima PHK juga dapat melayani transaksi pembayaran listrik, membeli pulsam dan mengambil uang PKH karena sudah bekerja sama dengan pihak bank yang ditunjuk.

"E-warung akan didirikan di setiap 1.000 penerima raskin. Jika di Cimahi ini ada sekitar 18 ribuan penerima raskin jadi idealnya di sini didirikan 19 e-warung," ungkapnya.

Dia menuturkan, e-warung menyediakan sembako murah karena sudah bekerja sama dengan pihak Bulog sebagai penyalur. Jadi, Bulog yang nanti yang memasukkan beras, terigu, gula pasir, dan minyak goreng untuk dijual di warung tersebut.

Namun, apabila ternyata harga beras dari petani lebih murah daripada harga Bulog misalnya, kata dia, Bulog bisa mengambilnya dari petani dan kemudian menjual beras tersebut di e-warung.

"Jadi ini bukan kartu sulap, tapi ini kartu hebat. Karena satu kartunya, isi dan manfaatnya banyak," tutur Khofifah. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More