Selasa 11 Oktober 2016, 18:25 WIB

Enam Kecamatan di Bojonegoro Tergenang Banjir Bengawan Solo

M Yakub | Nusantara
Enam Kecamatan di Bojonegoro Tergenang Banjir Bengawan Solo

ANTARA FOTO/Maulana Surya

 

SEDIKITNYA 887 hektare (ha) tanaman pangan dan sejumlah permukiman terendam akibat banjir luapan Sungai Bengawan Solo melanda di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (11/10) siang. Tinggi genangan banjir di lahan tanaman pangan berkisar antara 50 centimeter hingga 1 meter.

Berdasarkan informasi data sementara dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Pemkab Bojonegoro menyebutkan, luapan Sungai Bengawan Solo telah mengakibatkan 887 ha tanaman pangan di tiga kecamatan terendam banjir. Meliputi, Kecamatan Kanor, Malo, dan Baureno.

Sementara, permukiman warga yang mulai tergenang banjir terpantau tiga kecamatan. Di antaranya, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Desa Ngulanan dan Ngablak, Kecamatan Dander, serta sejumlah lorong di Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojoneoro.

"Ya,lahan tanaman pangan di tiga kecamatan sudah terendam banjir," ungkapnya, kepada Media Indonesia, Selasa petang.

Hal itu, kata dia, diakibatkan semakin tingginya permukaan Sungai Bengawan Solo di kawasan Bojonegoro hingga pada status siaga II banjir atau siaga kuning.

Dari data sementara, lahan tanaman pangan yang terendam banjir itu seluas 887 ha yang tersebar di Kecamatan Malo, Kanor, dan Baureno. "Tapi, ini sifatnya sementara. Karena dimungkinkan jumlahnya meningkat," jelasnya.

Meski demikian, BPBD belum mengetahui angka kerugian materi akibat banjir tersebut. Sebab, saat ini proses pendataan masih terus dilakukan.

Ia juga menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya rumah warga yang terendam banjir. "Namun, warga tetap harus waspada," pungkasnya.

Pantauan Media Indonesia, hingga Selasa petang, sejumlah permukiman warga mulai tergenang banjir. Meski belum sampai merendam rumah, banjir mulai menggenangi pekarangan rumah warga. Ini terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Kalitidu, Dander, dan Bojonegoro.

Untuk di Bojonegoro, genangan banjir di permukiman warga terjadi di sejumlah RT di Kelurahan Ledok Wetan. Khususnya di RT 7 dan RT 3 yang berada di lorong 2 desa setempat.

Selain itu, genangan banjir juga sudah menggenangi sejumlah permukiman di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Termasuk, sejumlah lingkungan di Desa Ngulanan dan Ngablak, Kecamatan Dander. Ketinggian banjir berkisar antara 30-100 cm. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More