Selasa 11 Oktober 2016, 16:42 WIB

Tanah Bergerak, Puluhan Rumah di Cilacap Terancam Ambruk

Liliek Dharmawan | Nusantara
Tanah Bergerak, Puluhan Rumah di Cilacap Terancam Ambruk

MI/LILIEK DHARMAWAN

 

WARGA di Desa Cipari, Kecamatan Cipari, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), kini khawatir dengan pergerakan tanah di desa mereka. Tanah dengan ketinggian 125 meter dan kemiringan 35 derajat di desa itu terus bergeser sehingga mengancam perumahan penduduk.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap wilayah Sidareja Agus Sudaryanto mengungkapkan panjang retakan mencapai 150 meter dan lebar 10-50 meter. "Pergeseran tanah mencapai 3 meter dengan kedalaman 1,5 meter," jelas Agus, Selasa (11/10)

Menurutnya, jarak antara lokasi tanah bergerak dengan rumah penduduk sekitar 75 meter. "Rumah yang terancam tersebut dihuni oleh 40 warga. Kami meminta agar warga mengungsi kalau hujan deras turun," ujarnya.

Sementara itu, dari Banjarnegara dilaporkan, pemkab setempat telah memperpanjang darurat bencana longsor di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan. "Kondisi tanah bergerak yang terjadi di Desa Mlaya dan masih berlangsung membuat pemkab memperpanjang status darurat bencana. Status darurat bencana diperpanjang hingga 14 hari mendatang," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Catur Subandrio.

Hingga Senin, tanah bergerak masih terus berlangsung. Kedalam rekahan sekitar 15 meter, padahal sebelumnya hanya 10 meter. Panjang rekahan sekarang mencapai 300 meter. "Jumlah pengungsi warga setempat mencapai 421 jiwa dari 103 keluarga. Mereka meninggalkan Dusun Kaliwadas karena sangat berbahaya," tambahnya. OL-2

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More