Selasa 08 September 2015, 00:00 WIB

Antrean Panjang Ahli Waris Takhta

Donny Andhika A.M | Internasional
Antrean Panjang Ahli Waris Takhta

AFP /POOL /GEOFF PUGH

 
PARA ahli waris takhta Kerajaan Inggris harus menunggu lebih lama lagi untuk menggantikan Ratu Elizabeth II. Apalagi sang ratu akan segera memegang rekor pemegang kekuasaan kerajaan terlama.

Di satu sisi, umur panjang Ratu Elizabeth II telah membantu Kerajaan Inggris melewati masa sulit selama Perang Dunia II hingga peralihan di era milenium. Namun, di sisi lainnya, keluarga kerajaan menjadi lembaga yang makin dihuni para ahli waris yang makin menua.

Ratu Elizabeth II akan berusia 89 tahun. Ulang tahunnya sekaligus menjadi penanda bahwa sang ratu telah melampaui Ratu Victoria dan menjadi orang yang paling lama memerintah kerajaan.

Ratu Elizabeth tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur dari takhta meski Pangeran Charles, 66, yang menjadi ahli waris takhta pertama mulai menggantikannya di hadapan publik.

Anak Charles, Pangeran William, berada di urutan kedua ahli waris takhta kerajaan. Putra sulung William, George, berada di urutan ketiga diikuti adiknya, Charlotte.

Pencapaian Ratu Elizabeth menjadi orang terlama yang memerintah Kerajaan Inggris akan dirayakan secara nasional. Itu akan menjadi lanjutan kisah indah keluarga kerajaan setelah dua kelahiran anak Pangeran William, pernikahan ahli waris takhta yang megah, dan perayaan masa jabatan Elizabeth selama 60 tahun atau kerap disebut dengan <>Diamond Jubilee.

Anak kedua William, Charlotte, akan menjadi orang pertama yang mendapatkan keuntungan dari aturan baru yang mengakhiri bias gender dalam suksesi kerajaan. Artinya, Charlotte tidak dapat dilewati saudara laki-laki yang lebih muda dalam urutan ahli waris kerajaan.

Perubahan aturan memang telah membantu para bangsawan ikut dalam aturan umum abad ke-21. Namun, peluang bagi Charlotte memakai mahkota dan memerintah Inggris sangat tipis jika melihat berapa banyak ahli waris kerajaan yang ada di depannya.

Raja tua
Jika berasumsi Ratu Elizabeth II hidup hingga umur 101 tahun, sama seperti ibunya, Pangeran Charles akan berumur sekitar 80 tahun ketika ia akhirnya mengambil alih takhta kerajaan. Suksesi itu tentu tidak akan mencerminkan citra monarki muda.

"Jika Pangeran Wales (Charles) hidup lama, William juga akan cukup tua ketika ia mewarisi takhta," kata Bob Morris, ahli konstitusi di University College London. "Tanpa beberapa kebijakan dan aplikasi, kita akan terjebak dengan raja tua untuk waktu yang cukup lama."

Istana Buckingham telah menekankan bahwa umur panjang ratu ialah suatu kebajikan yang mampu menstabilkan pengaruh kerajaan. Akan tetapi, ada beberapa pertanda bahwa Ratu akan mempertimbangkan turun takhta.

"Saya pikir ini akan dilakukan jika alasannya akibat penyakit ekstrem atau yang lain," kata Andrew Gimson, penulis Gimson Kings and Queens: Kehidupan Singkat Monarki sejak 1066 kepada AFP.

Gimson juga mengatakan kebangkitan nasionalisme Skotlandia yang mengancam masa depan Kerajaan Inggris hanya akan memperkuat keinginan Ratu untuk tetap berada di pucuk takhta kerajaan.

Komentator Kerajaan Inggris Robert Jobson mencatat bahwa Paus Benediktus XVI dan Raja Spanyol Juan Carlos telah pensiun dari takhta yang sebelumnya dianggap sebagai lakon seumur hidup.

"Saya tidak tahu apakah Ratu akan berlanjut sampai hari dia meninggal. Saya yakin itu niatnya, tapi wilayah ini belum dipetakan," kata Jobson.

Suksesi
Jika Ratu turun takhta, Pangeran Charles akan pasti menjadi raja berikutnya. Ia tidak akan dilewati Pangeran William walaupun suami Camilla itu kalah popularitas dari anak sulungnya tersebut.

"Ini (suksesi kerajaan) tidak akan terjadi dan melewati dia (Charles). Ini bukan kontes popularitas, ini bukan X-Factor," kata Jobson. Jobson menambahkan, urutan ahli waris kerajaan tidak bisa diubah. Jadi, suksesi akan sesuai dengan urutan meski Charles hanya bisa memerintah beberapa bulan.

"Pangeran Wales tahu persis apa kewajibannya. Baik saat dia menjadi pangeran untuk wilayah Wales ataupun raja," kata Jobson.

Untuk saat ini, Ratu akan terus memerintah seperti biasa meskipun jadwalnya telah berkurang jauh. Dia masih melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman pada Juni lalu dan akan menghadiri pertemuan puncak Negara-Negara Persemakmuran di Malta pada November mendatang. Namun, Charles dan anak-anaknya sudah mulai mengambil tugas resmi kerajaan.

Banyak komentator memprediksi transisi kekuasaan kepada Charles akan berjalan lamban. "Umur rata-rata penduduk di kerajaan semakin lebih tua, kita semua juga hidup semakin lama. Sangatlah cocok jika memiliki raja yang tua dan berpengalaman sehingga dia tahu bagaimana harus menyelesaikan masalah," kata Gimson.

Meski Charles ada di urutan ahli waris takhta berikutnya, masyarakat justru lebih menyukai William dan Ratu Elizabeth II. Sebuah survei Comres menemukan 79% responden menyukai William, disusul Ratu Elizabeth II yang disukai 77% responden. Hanya 53% responden yang menyukai Charles.

Nsmun, ada 19% responden yang mengatakan mereka ingin menyingkirkan monarki Kerajaan Inggris. Hasil survei itu sekaligus menggambarkan revolusi Inggris masih belum akan terjadi.(AFP/I-2)

Baca Juga

Medcom

Serangan terhadap Sekolah di Kamerun, 8 Siswa Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:24 WIB
PBB mengatakan serangan itu merupakan salah satu yang terburuk di wilayah tersebut hingga saat...
Dok : Reuters/Medcom.id

Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 1 Juta

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:10 WIB
Pada Kamis, Prancis melaporkan rekor harian kasus baru sebanyak 41.622 dan jumlah pasien dalam perawatan intensif berada pada level...
AFP/Medcom.id

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:03 WIB
Lonjakan kasus terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 November. Virus menghantam sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya