Sabtu 08 Oktober 2016, 02:00 WIB

Listrik Perbatasan Tuntas Tahun Ini

Tesa Oktiana Surbakti | Ekonomi
Listrik Perbatasan Tuntas Tahun Ini

ANTARA

 

PT PLN (persero) mendukung pembangunan penyediaan listrik pada tiga wilayah pos lintas batas negara (PLBN) di Pulau Timor.

BUMN itu menargetkan pembangunan jaringan instalasi listrik di tiga wilayah bakal rampung pada tahun ini.

"Penyambungan listrik sudah kami siapkan. Oktober nanti menurut rencana juga akan ada kunjungan dari Presiden Joko Widodo," sebut General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Richard Safkaur via keterangan resmi yang diterima Jumat (7/10).

Dengan memasok listrik ke PLBN, walhasil masyarakat setempat dapat menikmati listrik. Ketersediaan listrik juga diakui akan meningkatkan perekonomian daerah.

Tiga daerah yang tengah digarap perseroan itu ialah PLBN Motaain, Wini, dan Motamasin.

Seusai berkunjung ke tiga lokasi tersebut, Richard melaporkan perkembangannya menggembirakan.

Di wilayah PLBN Motaain, pembangungan fisik sudah mencapai 100%.

Di wilayah itu, pembangunannya terdiri atas perluasan saluran udara tegangan menengah (SUTM) 0,39 kilometer sirkuit (kms), saluran kabel tegangan menengah (SKTM) 0,05 kms, pemasangan kubikel dan persiapan penyambungan listrik ke PLBN dengan daya 555 kVA dari Penyulang Atapupu hingga Rayon Atambua.

Di PLBN Wini sudah dibuat perluasan jaringan SUTM 0,65 kms, SKTM 0,2 kms.

Pemasangan kubikel masih menunggu penyelesaian gardu bangunan PLBN dan diperkirakan selesai di minggu kedua Oktober 2016 dengan daya 240 kVA.

Di PLBN Motamasin, pembangunan jaringan listrik telah mencapai dropping material ke lokasi.

Diperkirakan, minggu kedua November akan selesai dengan menyalurkan daya 555 kVA.

PLBN di NTT yang berbatasan dengan Republik Demokratik Timor Leste merupakan tiga dari tujuh lokasi kawasan perbatasan di Indonesia yang rencana pembangunannya akan rampung pada akhir 2016.

Empat lokasi lainnya tersebar di Kalimantan (PLBN Aruk, Entikong, dan Nanga Badau) dan Papua (PLBN Skouw).

Dalam upaya pembangunan PLBN itu, tentunya pasokan listrik sangat diperlukan demi perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia yang semakin membaik.


Tarif

Sementara itu, melalui keterangan resmi yang diterima kemarin, PLN mengumumkan akan menyesuaikan 12 golongan tarif tenaga listrik yang mengikuti mekanisme tariff adjustment (TA) periode Oktober.

Penyesuaian dilakukan seiring dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan harga minyak (Indonesian crude oil price/ICP).

Kedua komponen tersebut menjadi indikator naiknya tarif listrik.

Sementara itu, penurunan inflasi menahan selisih kenaikan tarif.

Via rilis itu, Manajer Senior Humas PLN Agung Murdifi menyatakan tegangan rendah (TR) menjadi Rp1.459,74 per kWh, tegangan menengah (TM) menjadi Rp1.111,34 per kWh, tegangan tinggi (TT) menjadi Rp994,80 per kWh, dan tarif listrik layanan khusus menjadi Rp1.630,49 per kWh.

"Penyesuaian listrik tiap bulan sudah diatur dalam peraturan," ujar Agung. (E-4)

Baca Juga

ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A

Pengembangan Food Estate Hadirkan Antusiasme Petani Kapuas

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 09 Juli 2020, 14:55 WIB
"Dengan adanya rencana pengembangan food estate ini, petani di sini menjadi lebih semangat dalam bertani. Kami 100% sangat antusias...
DOK BEA CUKAI

Sinergi Bea Cukai dan TNI AL, Perkuat Penegakan Hukum di Laut

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Juli 2020, 14:51 WIB
Sejarah mencatat bahwa sinergi Bea Cukai dan TNI telah lama terjalin setidaknya sejak Bea Cukai masih merupakan institusi Hindia...
DOK HUMAS PEMPROV KALTENG

Mentan: Food Estate, Fokus Pemerintah Amankan Ketersediaan Pangan

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 09 Juli 2020, 14:39 WIB
Optimalisasi pengembangan lahan rawa ini yang menjadi salah satu terobosan yang menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya