Jumat 07 Oktober 2016, 06:35 WIB

Sosialisasi Program Amnesti Pajak Digiatkan

Tes/Dro/Fat/Ant/X-12 | Ekonomi
Sosialisasi Program Amnesti Pajak Digiatkan

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

 

MENJELANG sisa waktu program amnesti pajak yang akan ber­akhir Maret 2017, pemerintah akan te­rus menggiatkan sosialisasi program tersebut untuk menjaring wajib pajak (WP) yang belum ber­partisipasi.

Tercatat total dana warga nega­ra Indonesia (WNI) yang berhasil dibawa pulang (repatriasi) pada periode I program amnesti pajak mencapai Rp137 triliun, dengan total uang tebusan Rp97,2 triliun. Namun, atensi keikutsertaan WP terhadap program itu masih rendah sebab baru sekitar 2,01% WP dari total 20,1 juta WP yang mengikutinya.

“Mau itu dari tukang sayur sampai konglomerat harus kita dorong. Yang dulu tidak tahu pajak, kini mulai cari tahu untuk punya nomor pokok wajib pajak (NPWP),” ujar Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam seminar di Hipmi Center, Jakarta, kemarin.

Kepala Badan Koordinasi Pena­naman Modal (BKPM) Thomas Tri­kasih Lembong menilai fokus pengusaha kini masih pada amnesti pajak jika dibanding eks­pansi bisnis.

“Sangat penting mereka melakukan itu di kuartal III dan IV ketimbang melakukan investasi. Namun, di saat yang sama kita juga menyiapkan untuk tahun 2017 dan 2018,” terang Lembong.

Dikatakannya, setidaknya negara perlu menunggu enam hingga sembilan bulan agar perencanaan pengelolaan uang amnesti pajak bisa dirasakan manfaatnya sehingga kenaikan investasi baru akan terjadi pada kuartal kedua atau tiga di tahun depan.

Sejauh ini realisasi investasi hingga semester I 2016 telah mencapai Rp298,1 triliun. Angka ini sudah mencakup sekitar 50,1% dari total target realisasi investasi pada tahun ini yang dipatok sebesar Rp594,8 triliun.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) meminta pemerintah untuk segera membelanjakan tambahan penerimaan negara dari dana tebusan amnesti pajak agar mengurangi risiko pengetatan likuiditas di perbankan.

Jika pemerintah optimal, ditambah masuknya dana repatriasi, Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung memperkirakan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan perbankan bisa tumbuh 7%-9% (year on year/yoy) di akhir tahun. Dana repat­riasi juga bisa naik hingga Rp200 triliun sehingga pada triwulan pertama 2017, perbankan mulai merasakan banjir likuiditas berkat amnesti pajak. (Tes/Dro/Fat/Ant/X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More