Kamis 06 Oktober 2016, 21:32 WIB

Ancaman Cyber Crime Perbankan kian Besar

Adhi M Daryono | Ekonomi
Ancaman Cyber Crime Perbankan kian Besar

Ilustrasi

 

Kejahatan dunia maya atau cyber crime dapat menjadi ancaman serius bagi bisnis perbankan sejalan dengan pergeseran fokus layanan perbankan ke layanan elektronik sebagai imbas pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Deputi Direktur Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan OJK Tris Yulianta menuturkan, pergeseran tersebut kini mulai terlihat karena perbankan harus melakuan efisiensi dan meningkatkan layanannya.

"Saat ini tren orang datang ke kantor cabang sudah mulai jarang. Faktor lokasi jauh, transportasi yang susah jadi salah satu penyebabnya," kata Tris diacara forum diskusi 'Inovasi teknologi perbankan dalam antisipasi cyber crime'di Jakarta, Kamis, (6/10).

Dengan dimulainya pergeseran layanan berbasis teknologi informasi, potensi risiko yang dihadapi perbankan tentu akan semakin bertambah, khususnya risiko operasional, hukum dan reputasi. Pasalnya, layanan seperti internet, e-commerce dan e-banking membuka peluang besar untuk cyber crime di Indonesia.

Tris mengungkapkan hingga akhir 2013 Indonesia masuk jajaran negara yang paling banyak diserang kejahatan dunia maya dengan komposisi hingga mencapai 38%, disusul China 35%.

Salah satu kejahatan di dunia maya yang belakangan marak terjadi ialah 'phising', yakni tindakan kejahatan dalam memperoleh informasi pribadi seperti user ID, PIN, dan nomor rekening.

Dalam catatan OJK laporan fraud semester perbankan terkait dampak perkembangan teknologi informasi di perbankan sampai Juni 2015 sebanyak 3.173 kasus dengan nilai kerugian Rp104,58 miliar. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More