Kamis 06 Oktober 2016, 18:31 WIB

Tidak Sesuai Target, Pemberian Asuransi Nelayan Diperpanjang Hingga Tahun Depan

Gabriela Jessica Restiana Sihite | Ekonomi
Tidak Sesuai Target, Pemberian Asuransi Nelayan Diperpanjang Hingga Tahun Depan

ANTARA FOTO/Rahmad

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pemberian asuransi kepada 1 juta nelayan di Indonesia. Namun, hanya 600 ribu nelayan yang akhirnya mendapat kartu asuransi hingga akhir tahun ini.

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar menyatakan jumlah nelayan kecil yang mendaftarkan asuransi ke KKP hanya 853 ribu orang pada tahun ini. Yang lolos uji verifikasi hanya 600 ribu nelayan.

"Jadi, hingga Desember 2016, sekitar 600 ribu nelayan yang tercover asuransi. Tahun depan, kita alokasikan sisanya dan ditambah jadi 500 ribu unit asuransi nelayan," ucap Zulficar kepada Media Indonesia, Kamis (6/10).

Menurutnya, verifikasi harus dilakukan untuk membuktikan nelayan yang akan mendapatkan perlindungan asuransi merupakan nelayan kecil yang kapalnya berbobot sampai dengan 10 gross ton (GT).

Selain itu, verifikasi juga dinilai perlu untuk memastikan yang mendapatkan asuransi ialah nelayan, bukan anak buah kapal (ABK). ABK dinilai merupakan tanggung jawab perusahaan pemilik kapal.

"Karena itu yang disyaratkan dalam UU No 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam," tukas Zulficar.

Dia pun mengaku animo nelayan sangat besar terhadap program pemerintah itu, meski yang mendaftar hanya 853 ribu nelayan. Namun, lagi-lagi pemerintah mesti memastikan nelayan kecil yang mendapatkan perlindungan asuransi.

"Animo sangat besar kok. Tapi seringkali banyak yang mengaku nelayan, padahal bukan. Berapa saja nelayan yang terjaring akan kita cover. Makanya, kita alokasikan lagi 500 ribu unit asuransi tahun depan," ujar Zulficar ketika ditanya perihal jumlah nelayan kecil di Indonesia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja juga menegaskan program asuransi nelayan akan tetap menyasar ke 1 juta nelayan. Namun, hingga saat ini yang sudah siap menerima baru 600 ribu orang nelayan.

"Alokasi asuransi tetap untuk 1 juta, tapi yang sudah punya kartu nelayan dan siap mendapat asuransi sekitar 600 ribu orang,” tukasnya.

Adapun PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) merupakan perusahaan penyalur dana asuransi ke para nelayan. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp175 miliar untuk membayar premi 1 juta unit asuransi nelayan. Dengan begitu, para nelayan yang sudah mendapatkan kartu asuransi tidak perlu lagi membayar premi ke Jasindo.

Dari asuransi itu, nelayan akan mendapatkan santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan senilai Rp200 juta apabila meninggal dunia, Rp100 juta apabila mengalami cacat tetap, dan Rp20 juta untuk biaya pengobatan.

Di luar aktivitas penangkapan ikan, nelayan juga akan mendapatkan jaminan santunan kecelakaan sebesar Rp160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp100 juta, dan biaya pengobatan Rp20 juta. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More