Senin 07 September 2015, 00:00 WIB

Aylan Kurdi Effect Ketuk Hati Eropa

Aylan Kurdi Effect Ketuk Hati Eropa

AP/JENS MEYER

 
ADA berkah di balik musibah. Kematian tragis Aylan Kurdi, bocah berusia tiga tahun asal Suriah yang ditemukan meninggal di pantai Turki pada Rabu (2/9) waktu setempat, pun memunculkan karunia luar biasa bagi para pengungsi Suriah lainnya.

Aylan Kurdi memang menyedot perhatian dunia. Foto penemuan dirinya dalam posisi tertelungkup menghentak rasa kemanusiaan, memantik kemarahan, dan berpuncak pada desakan kepada dunia, utamanya Eropa, untuk peduli kepada imigran asal Suriah.

Aylan Kurdi effect, itulah yang kini melanda Eropa. Mereka yang tadinya abai menjadi amat peduli terhadap pengungsi Suriah. Kisah tragis Aylan Kurdi, juga kakaknya, Ghalib, dan sang ibu, Rehan, yang tewas saat kapal yang ditumpangi tenggelam di dekat Pulau Gos, Yunani, mengubah sikap mereka.

Para imigran Suriah tak lagi diabaikan. Di stasiun Muenchen, Sabtu (5/9), kereta yang membawa mereka dari Hongaria disambut hangat. Mereka bahkan bingung mendapati warga Jerman begitu bersahabat. Makanan disediakan tidak ada habisnya, permen dan boneka-boneka disuguhkan.

"Kami berusaha memberikan sambutan hangat," ujar jubir pemerintahan Upper Bavaria, Simone Hilgers.

"Saya sangat senang bisa berada di Jerman. Saya harap saya akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Saya ingin bekerja di sini," ujar Homam Shehade, imigran Suriah yang telah menghabiskan 25 hari untuk mencapai negara tujuan.

Kendati demikian, kebahagiaan yang dirasakan pria 37 tahun itu tercampur kesedihan mendalam. Ia harus meninggalkan istri dan anaknya yang baru berumur tujuh tahun di kampung halaman yang dilanda perang saudara.

Sambutan hangat juga terjadi di stasiun di Wina, Austria. Pekerja amal dan masyarakat setempat bersorak 'Selamat datang!' dalam bahasa Jerman dan Arab ketika sekitar 400 pencari suaka tiba. Mereka menyuguhkan makanan, air, dan pakaian kepada para tamu dari lain benua tersebut.

Inggris bahkan menyatakan kesediaannya untuk menerima 15 ribu pengungsi Suriah. PM Inggris David Cameron mengaku sangat tersentuh dengan nasib Aylan Kurdi.

Sebelumnya, Kamis (3/9), Aylan Kurdi effect juga bergema di Yunani. Mantan model berusia 42 tahun, Sandra Tsiligeridu, dengan tulus menolong seorang imigran Suriah yang terkatung-katung di laut. "Dia memegang tanganku seraya berkata 'terima kasih'. Kata-kata itu tidak akan saya lupakan."

Di Melbourne, Australia, James Wright menggalang dana sekitar Rp300 juta dari pengguna kereta api untuk didonasikan kepada pengungsi Suriah. Hatinya tergugah setelah melihat foto tragis Kurdi.

Namun, Aylan Kurdi effect belum kuat untuk membuka hati bangsa-bangsa Arab. Mereka masih saja abai terhadap nestapa saudara mereka. (AP/ABC/Pra/X-9)

Baca Juga

Medcom

Serangan terhadap Sekolah di Kamerun, 8 Siswa Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:24 WIB
PBB mengatakan serangan itu merupakan salah satu yang terburuk di wilayah tersebut hingga saat...
Dok : Reuters/Medcom.id

Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 1 Juta

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:10 WIB
Pada Kamis, Prancis melaporkan rekor harian kasus baru sebanyak 41.622 dan jumlah pasien dalam perawatan intensif berada pada level...
AFP/Medcom.id

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:03 WIB
Lonjakan kasus terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 November. Virus menghantam sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya