Kamis 29 September 2016, 07:55 WIB

Aneka Gas Resmi Melantai di Bursa

MI | Ekonomi
Aneka Gas Resmi Melantai di Bursa

Antara

 

PT Aneka Gas Industri Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin (Rabu, 28/9). Saat pembukaan, saham emiten berkode AGII itu terjual di level Rp1.190 atau naik 8% dari harga penawaran Rp1.100 per lembar saham.

"Minat investor yang tinggi sudah tampak sejak masa penawaran yang mengalami oversubcribed (kelebihan permintaan) 15 kali dari jatah saham. Investor percaya potensi AGII sebagai perusahaan gas industri nasional yang mampu bersaing dengan perusahaan multinasional," papar Wakil Presiden Direktur AGII Rachmat di BEI, Jakarta, kemarin.

Dalam aksi korporasi itu, AGII melepas 766,66 juta lembar saham atau 25% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp1.100 per saham, perseroan akan mendapat dana segar Rp843,326 miliar.

Sebanyak 40% dari dana tersebut, imbuhnya, digunakan membayar utang perseroan, 40% untuk ekspansi, dan 20% untuk modal kerja. "Itu juga untuk bayar utang sehingga menurunkan biaya bunga dan meningkatkan rasio keuntungan."

Rachmat menerangkan salah satu tujuan IPO perusahaan penyedia gas industri itu ialah meningkatkan profitabilitas yang selama ini terpangkas cicilan utang ke perbankan.

Direktur Keuangan AGII Nini Liemijanto memaparkan jumlah utang perseroan ke perbankan nasional sebesar Rp2 triliun. Dengan pembayaran sebagian utang, margin EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization) AGII meningkat dari 30%-33% ke 33%-35%.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menyambut gembira masuknya AGII dan PT Paramita Bangun Persada Tbk (PBSA) yang membuat total perusahaan di BEI menjadi 535 emiten. "Semoga dengan masuknya kedua saham itu, aktivitas perdagangan efek di dalam negeri akan lebih semarak. (Fat/Ant/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More