Kamis 29 September 2016, 07:48 WIB

Citi Luncurkan Kartu Kredit Visual Perdana di RI

Anastasia Arvirianty | Ekonomi
no-image.jpg
 

CITI Indonesia meluncurkan kartu kredit visual atau lebih dikenal sebagai Citi Virtual Card Accounts (VCA). Di samping untuk memberi kemudahan bagi para nasabah korporasinya, VCA sekaligus untuk mendorong digitalisasi bagi nasabah ritel dan korporasi semakin berkembang.

Direktur Utama Citi Indonesia Batara Sianturi kepada media saat dijumpai dalam peluncuran VCA, di Jakarta, Rabu (28/9), menambahkan, VCA merupakan suatu produk inovasi perusahaan yang pertama di Indonesia. Namun, bukan hal yang baru bagi Citi, sebab di kancah global, VCA sudah sukses melayani berbagai mancanegara.

"Peluncuran Citi Virtual Card Accounts semakin mengukuhkan posisi Citi Indonesia sebagai penyedia solusi pembayaran terdepan di segmen business-to-business (B to B)," ujar Batara.

Adapun keunggulan utama dari Citi VCA ialah fleksibilitas dalam penggunaan, kemudahan, dan keamanan bertransaksi, peningkatan kontrol, serta ketepatan dan kecepatan rekonsiliasi dan pelaporan, dan berkolaborasi dengan Mastercard.

Di samping itu, dengan konektivitas berskala global, kartu virtual ini tersedia untuk transaksi pembayaran dalam 30 jenis mata uang. Selain itu, VCA dapat digunakan di 35 juta dan di lebih dari 2 juta ATM di 140 negara.

Batara mengatakan, pihaknya cukup optimistis akan kesuksesan kartu kredit visual ini. Sebab, berdasarkan data dan kajian yang dilakukan Mastercard, market spend untuk segmen B to B akan meningkat pesat sampai 2020 mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Regional Head Digital Payments Mastercard Philip Glickman menambahkan, saat ini market spend segmen B to B di Indonesia sudah mencapai Rp7.285 triliun.

Dengan kondisi perekonomian yang terus membaik saat ini, Glickman memproyeksikan pada 2019 nanti akan tumbuh menjadi Rp9.841 triliun, dan pada 2020 menembus angka Rp10.848 triliun.(Arv/E-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More