Kamis 29 September 2016, 07:29 WIB

Mandiri Beri Kredit ke PT KAI

Budi Mulia | Ekonomi
Mandiri Beri Kredit ke PT KAI

Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri Royke Tumilar (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Keuangan PT KAI Didiek Hartantyo disaksikan Dirut KAI Edi Sukmoro---MI/PANCA SYURKANI

 

PT Bank Mandiri (persero) Tbk mengucurkan kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp1 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perseroan transportasi itu.

"Dukungan dana yang diberikan Mandiri merupakan bentuk sinergi perusahaan BUMN. Ini semua demi meningkatkan kesejahteraan rakyat," sebut Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke seusai menandatangani perjanjian kredit bertenor 12 bulan tersebut, di Bandung, Jawa Barat, kemarin (Rabu, 28/9).

Pihak yang mewakili PT KAI ialah Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo. Perjanjian kerja sama itu juga bertepatan dengan puncak perayaan HUT ke-71 KAI.

Royke menjabarkan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung KAI juga telah direalisasikan sebelumnya melalui keterlibatan perseroan dalam sindikasi perbankan pada 2015. Hal itu dilakukan untuk pembiayaan proyek pengembangan kereta commuter Jabodetabek dan kereta Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung KAI untuk memenuhi mandat pemerintah dalam upaya penguatan konektivitas wilayah melalui jalur kereta api serta dalam penyediaan layanan terbaik kepada masyarakat pengguna kereta api," ujarnya.

Lebih jauh ditambahkan, untuk sektor transportasi, hingga kini Mandiri telah memberikan komitmen pembiayaan sebesar Rp36,4 triliun. Di samping kereta api, pembiayaan tersebut juga dialokasikan untuk pembangunan bandar udara dan pelabuhan.

Syariah
Pada kesempatan terpisah, perjanjian kerja sama untuk meningkatkan peran perbankan syariah melalui penggunaan jasa dan produk perbankan berdasarkan prinsip syariah juga dilakukan PT Pertamina (persero) bersama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM). Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman dan Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto.

Direktur Utama BSM Agus Sudiarto menyampaikan kerja sama itu akan meliputi pemanfaatan produk dana seperti tabungan mudharabah, giro wadiah institusi, dan deposito.

Di samping itu, ada produk pembiayaan yang ditujukan kepada karyawan Pertamina, seperti kepemilikan rumah, cicil emas, gadai emas, dan kendaraan bermotor.

"Kami berterima kasih diberikan kesempatan memberikan layanan sekaligus solusi transaksi keuangan syariah bagi Pertamina dan jajaran pegawainya," kata Agus, di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Arief menyatakan keikutsertaan Pertamina dalam perbankan syariah tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong peran Bank syariah di tengah melambatnya ekonomi global.

Di samping itu, Pertamina menilai BSM tergolong baik dari aspek permodalan, rentabilitas, likuiditas, dan aset produktif yang bisa dilihat dari laporan keuangan. Arief menambahkan kerja sama itu juga menjadi bagian dari program <>breakthrough project corporate (BTP) <>cash management di Pertamina.(Fat/E-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More