Kamis 29 September 2016, 06:02 WIB

Presiden Apresiasi Pencapaian Amnesti Pajak

Nov/Adi/PT/SY | Ekonomi
Presiden Apresiasi Pencapaian Amnesti Pajak

BIRO PERS SETPRES

 

TINGGINYA minat masyarakat dan pengusaha mengikuti program amnesti pajak menjadi momentum yang baik untuk melakukan reformasi perpajakan.

Hal itu dikemukakan Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungannya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Pusat di Jalan Ridwan Rais, kemarin.

"Menurut saya, ini sebuah momentum baik untuk perpajakan kita. Ada sebuah kesadaran, ada sebuah kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak. Saya yakin, hari ini (kemarin) bisa menembus Rp3.000 triliun. Pergerakan seperti ini harus kita sadari bahwa ada kepercayaan," kata Presiden Jokowi.

Kemarin, Jokowi memantau kegiatan amnesti pajak di dua lokasi berbeda, yaitu di KPP Grogol Petamburan dan KPP Madya Gambir, Jakarta Pusat.

Presiden menambahkan, selain mereformasi perpajakan, pemerintah dapat menjadikan kegairahan masyarakat mengikuti amnesti pajak untuk memperluas basis pajak.

"Hari ini (kemarin) sudah Rp2.700 triliun deklarasi dan repatriasi. Sebuah angka sangat besar. Bandingkan dengan amnesti pajak di negara lain. Coba bayangkan, tadi ada (orang) yang antre dari jam tiga pagi. Ini kan sebuah kesadaran sangat baik dan momentumnya kita gunakan untuk memperluas basis pajak," ujar Jokowi.

Ketika menyinggung pelaporan aset di luar negeri yang baru mencapai 20%, Jokowi mengatakan pemerintah terus mendorong agar dana-dana tersebut dapat kembali masuk ke Indonesia.

Meski demikian, Kepala Negara mengungkapkan sebenarnya semua data tersebut sudah banyak yang masuk ke dalam negeri melalui skema investasi.

Dalam peninjauan di dua KPP tersebut, Presiden mendapatkan permintaan dari sejumlah wajib pajak untuk memperpanjang periode pertama amnesti pajak.

Namun, Jokowi mengingatkan kebijakan amnesti pajak tidak berakhir hingga September.

"Setelah ini kebijakan amnesti pajak masih dibuka dua periode lagi. Jangan dilihat 30 September sudah rampung."

Chairman & Shareholder Gobel Group Companies yang juga mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengikuti program amnesti pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, kemarin.

"Kesempatan ini yang saya pakai untuk mengklarifikasi. Apalagi, nama saya sempat muncul di Panama Papers. Sekarang saya klarifikasi," ungkap Gobel. (Nov/Adi/PT/SY/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More