Rabu 28 September 2016, 16:54 WIB

Rahmat Gobel Ikut Amnesti Pajak

Adhi M Daryono | Ekonomi
Rahmat Gobel Ikut Amnesti Pajak

ANTARA

 

CHAIRMAN & Shareholder Gobel Group Companies yang juga mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mengikuti program amnesti pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (28/9) siang.

Menurut Gobel, kesempatan amnesti pajak yang kini sudah memasuki akhir dari periode tarif murah 2% itu ia gunakan untuk melaporkan sekaligus mengklarifikasi aset dan hartanya yang selama ini belum terlaporkan.

"Saya datang ke mari, pertama karena pemerintah sudah memmberikan bimbingan yang sangat baik untuk masalah pajak. Dengan tax amnesty ini saya memanfaatkan mana yang belum saya laporkan," ujar Gobel di kantor pusat DJP.

Selain melaporkan dan membayar tebusan atas harta dan aset yang dia miliki, Gobel menyebut kesempatan yang dia lakukan dalam amnesti pajak ini untuk mengklarifikasi jumlah asetnya dengan benar ke kantor pajak.

"Kesempatan ini yang saya pakai untuk mengklarifikasi. Apalagi nama saya sempat muncul di Panama Papers. Padahal itu company punya. Kesempatan saya untuk mengklarifikasi," tegasnya.

Gobel menjelaskan, perusahaan cangkang atau special purpose vehicle (SPV) yang disebut dalam Panama Papers telah ditutup dua tahun lalu.

"Saya juga enggak tahu. Ada beberapa yang tutup dua tahun lalu kok masih muncul. SPV itu kita gunakan pada masa krisis untuk funding tapi enggak saya pakai. Karena enggak ada kegiatan maka saya tutup dan kesempatan ini saya klarifikasi. Sekalian merevaluasi aset aset kita," ujarnya.

Gobel pun mendorong para pengusaha ikut program amnesti pajak. "Ini program bagus, makanya semua pengusaha mendukung. Bagus buat pemerintah, bagus buat pengusaha," tutupnya. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More