Rabu 24 Agustus 2016, 10:35 WIB

Bukan Enggan, hanya Kurang Wawasan

MI | Ekonomi
Bukan Enggan, hanya Kurang Wawasan

MI/Seno

 

SURAT pemberitahuan (SPT) pajak tampaknya belum menjadi barang yang akrab bagi sejumlah kalangan, salah satunya artis. Berbeda dengan profesi lain, artis terima pemasukan lewat bon-bon eceran yang sering kali luput dari pengamatan para fiskus atau pemeriksa pajak.

Persoalan itu tidak menjadi perhatian utama hingga sang artis didapati menyelenggarakan pesta besar atau membeli rumah mewah, yang akhirnya menyeret benak publik untuk bertanya, dari mana uangnya? Saat itulah para fiskus mulai gencar mencari tahu asal-muasal pendapatan artis.

"Dari situ kemudian banyak mereka (para artis) 'curhat' seperti dikejar-kejar debt collector terkait dengan pelaporan pajak mereka," cerita Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) Nanda Persada dalam sosialisasi tax amnesty di Kantor Ditjen Pajak, Kemenkeu, Jakarta, kemarin.

Jika sudah demikian, persoalan pajak menjadi momok dan menyebabkan artis enggan berurusan dengan fiskus. Ada yang ditagih pajak besar, ada yang Rp1 juta-Rp1 miliar. "Saya yakin (keengganan) itu bukan kesengajaan, melainkan keterbatasan informasi, komunikasi. Artis bukan tidak mau bayar pajak, tapi keterbatasan wawasan, dan satu sisi kelemahan komunikasi," tekan Nanda.

Pengalaman buruk soal pajak pernah dialami langsung oleh musikus sekaligus anggota DPR Anang Hermansyah. Ia bercerita sempat berurusan dengan petugas pajak lantaran dianggap tidak tepat memasukkan besaran penghasilan pada SPT. "Saat itu rekening saya dibekukan, tidak bisa dipakai. Tagihan pajaknya ratusan juta," ujarnya.

Seperti banyak rekan artis lain, Anang mengatakan ia tidak bermaksud mengemplang pajak. Hanya, mekanisme pelaporan dan ketentuan yang cukup rumit kurang dimengerti kalangan artis. "Artis juga mau berkontribusi," kata dia. Namun, Anang juga tidak menyangkal masih ada artis yang belum memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) atau sudah punya NPWP tapi tidak pernah melapor.

Bahkan, menurut Kepala Kanwil Pajak Jakarta Khusus Muhammad Hanif, ada pula praktik konsultan pajak yang mengatur besaran pajak penghasilan (PPh) artis kendati tidak sesuai dengan kenyataan. "Ada artis yang kerja sama dengan konsultan pajak jadi dikurangi pajaknya. Saat kami periksa, penghasilannya besar dan tidak sesuai SPT. Saat dipanggil, artisnya kaget dan tidak tahu.

"Tumpang-tindih informasi perpajakan yang kurang disosialisasikan itu, menurutnya, harus diselesaikan. Dengan memanfaatkan momentum tax amnesty, Hanif juga para artis berharap pajak tidak akan lagi menjadi momok.

"Ini program bagus, niat baik pemerintah, jadi kita punya niat untuk memperbaiki kewajiban," ujar presenter dan pesinetron Ben Kasyafani. (Fathia Nurul Haq/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More