Rabu 24 Agustus 2016, 10:05 WIB

Investasi Kelautan dan Perikanan Melejit

MI | Ekonomi
Investasi Kelautan dan Perikanan Melejit

Antara/Rivan Awal Lingga

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mencetak pencapaian positif di paruh pertama tahun ini.

KKP menyatakan realisasi investasi di sektor kelautan dan perikanan selama semester I 2016 mencapai Rp4,97 triliun. Jumlah tersebut bahkan sudah melampaui nilai realisasi investasi di sektor yang sama sepanjang 2015 sebesar Rp4,43 triliun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan 89% dari realisasi investasi itu berasal dari industri pengolahan hasil ikan, yakni Rp4,43 triliun. Susi pun mengapresiasi pencapaian besar tersebut.

Ia menyebut investasi industri pengolahan merangkak drastis sebagai imbas dari pelarang­an kapal asing menangkap ikan di perairan Indonesia.

“Pengolahan saja nilainya Rp4,43 triliun. Ini artinya asing memang harus dipaksa. Mereka maunya curi saja. Tidak boleh. Negara punya aturan dan ingin menyejahterakan nelayannya,” ucap Susi saat konferensi pers di kantornya di Jakarta, kemarin.

Untuk menambahi keterangan menterinya, Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja mengatakan data kenaikan realisasi investasi tersebut menunjukkan iklim investasi sektor perikanan di Indonesia semakin baik. “Hipotesis ini juga didukung oleh kenaikan PNBP yang drastis pula,” tukas Sjarief.

Sebagai catatan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor perikanan melejit dari Rp137 miliar pada 2015 menjadi Rp279 miliar pada Januari-Agustus 2016. Kenaikan itu, kata dia, disebabkan kebijakan ukur ulang kapal yang bobotnya di atas 100 gross tonnage (gt).

“Kenaikan luar biasa itu karena kapal yang dulu di-mark down sudah diukur ulang dan akhirnya menghasilkan PNBP luar biasa besar tahun ini. Ada penambahan 1.080 kapal yang bayar PNBP,” ucap Sjarief.

Terkait hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar mengatakan masih ada sekitar 2.000 kapal lagi yang berpotensi menambah PNBP karena tengah dalam proses pengukuran ulang. Namun, dia enggan memprediksi potensi kenaik-an PNBP dari kapal yang sedang diukur ulang itu.

“Target PNBP kita tahun ini di atas Rp300 miliar. Dari data saat ini saja, kita optimistis target itu tercapai dari kapal-kapal yang sedang diukur ulang saat ini,” imbuhnya. (Jes/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More