Selasa 23 Agustus 2016, 21:32 WIB

Pekerja Informal Antusias Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Deri Dahuri | Ekonomi
Pekerja Informal Antusias Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

 

PESERTA BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mereka yang bekerja di sektor formal. Namun, kini mereka yang bekerja di sektor informal mulai antusias menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Mereka mulai mengetahui dan menyadari pentingnya perlindungan selama bekerja.

Sekitar 100 pedagang, juru parkir, dan tukang ojek sekitar di Pasar Sunter Podomoro, Jakarta, ramai-ramai mendaftarkan sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam keterangan tertulis kepada media, Selasa (23/8), Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kelapa Gading M Yamin Pahlevi mengatakan para pekerja sektor informal itu mendaftarkan diri secara mandiri. "Setelah mereka memahami pentingnya program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Yamin menambahkan, para pekerja informal itu mulai tergugah dan memahami pentingnya keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan setelah pihaknya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pekerja yang bukan masuk kategori penerima upah (BPU) secara gencar.

"Kami melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang, juru parkir, tukang ojek, sopir bajaj, dan pekerja lainnya untuk lebih memahami tentang pentingnya program perlindungan pekerjaan dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan," papar Yamin.

Kini, sejumlah pedagang, tukang parkir, dan tukang ojek di sekitar Pasar Sunter sudah memahami program-program dari BPJS Ketenagakerjaan. Mereka paham bahwa BPJS Ketenagakerjaan terdapat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Yamin menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan terhadap seluruh lapisan masyarakat khususnya pekerja yang masuk kategori bukan penerima upah (BPU). (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More