Selasa 23 Agustus 2016, 20:59 WIB

BUMN Harus Jadi Sumber Pendapatan Utama Negara

Micom | Ekonomi
BUMN Harus Jadi Sumber Pendapatan Utama Negara

Antara

 

BADAN Usaha Milik Negera (BUMN) belum menjadi sektor yang strategis untung meningkatkan pendapatan negara dalam APBN. Pendapatan negara paling besar didapat dari sektor pajak, diikuti sektor migas dan nonpajak.

Pada masa pemerintahan Soeharto, APBN Indonesia sangat tergantung dari sektor migas. Apalagi, saat booming minyak melanda Indonesia. Namun, era itu telah usai seiring lifting minyak dan gas yang terus mengalami penurunan.

Di era yang telah banyak berubah ini, Indonesia patut memikirkan beberapa langkah yang progresif untuk menanggulangi defisit anggaran yang terjadi setiap tahunnya. Untuk 2016 ini, defisit negara sekitar Rp332,83 triliun atau setara dengan 2,41% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tiap tahun kan defisit terus dan maintain di kisaran yang sama, tapi kalau terus gali lubang tutup lubang kan negara harus bayar bunga untuk utang dan saat akhir tahun harus utang lagi untuk bayar bunga utang kemarin," kata anggota Komisi XI DPR Donny Priambodo ketika ditemui selepas Rapat Paripurna DPR, Selasa (23/08).

Oleh karena itu, menurut dia, di masa depan BUMN bisa menjadi tumpuan pemerintah dalam instrumen prioritas dalam penerimaan negara. Aset BUMN yang saat ini lebih dari Rp4.000 triliun bisa menjadi modal untuk memaksimalkan pendapatan negara dari sektor nonpajak.

"Aset BUMN lebih besar dari cadangan devisa kita yang hanya Rp1.462 triliun. Belum ada yang bisa memanfaatkan BUMN yang beraset Rp4.000 triliun agar lebih menguntungkan," tuturnya.

Anggota Fraksi NasDem ini menjelaskan, sampai tahun ini BUMN hanya menyetor keuntungan ke negara sekitar Rp 37 triliun saja atau kurang dari 10%. Itu pun hanya didapat dari 10 BUMN saja.

APBN bisa dihitung secara rumus matematika sederhana saja. Kondisi negara yang selalu defisit setiap tahunnya menandakan postur APBN yang harus diperbaiki.

Menurut Donny, saat ini negara tidak boleh bertumpu pada salah satu sektor saja. Sektor pajak yang selama ini menjadi andalan pemerintah untuk menghasilkan uang nyatanya hanya mampu tumbuh sebesar 10% setiap tahun. Jika ditambah dengan usaha keras dari Dirjen Pajak menjadi 4%. Sehingga pendapatan negara dari pajak rata-rata bisa tumbuh 14% saja.

Ia menuturkan, Indonesia patut meniru apa yang dilakukan oleh negara tetangga. Postur APBN Thailand dianggapnya sehat karena tidak mengalami defisit. Artinya, Pemerintah Thailand berhasil membangung postur APBN yang sehat dan mampu menyeimbangkan antara pendapatan dan belanja negaranya.

Untuk mempekuat BUMN, Donny merujuk Singapura sebagai negara yang sukses memberdayakan BUMN-nya untuk go internasional. BUMN Singapura seperti Temasek berhasil membangun gurita bisnisnya di berbagai negara termasuk di Indonesia. Hal ini patut ditiru di tengah anjloknya pendapatan negara dari sektor pajak dan migas.

"Pendapatan negara bisa digenjot sebenarnya, tapi untuk BUMN yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti PT Pos dan lainnya boleh enggak untung, asal enggak minus saja. Karena sangkutannya dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More