Selasa 23 Agustus 2016, 15:17 WIB

NasDem Apresiasi Kenaikan DAU dan Dana Desa

Administrator | Ekonomi
NasDem Apresiasi Kenaikan DAU dan Dana Desa

ANTARA/Basri Marzuki

 

FRAKSI Partai NasDem memberikan pujian kepada pemerintah karena dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 menaikkan anggaran untuk daerah melalui skema Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Desa.

DAU untuk 2017 meningkat 5 persen dari Rp385,36 triliun menjadi Rp404,73 triliun. Peningkatan drastis terjadi dalam pengalokasiaan dana desa yakni sebesar 27,7 persen dari Rp47 triliun menjadi Rp60 triliun.

“Meski belum memenuhi syarat UU No. 6 Tahun 2014 tentang dana desa sebesar 10% dari transfer desa atau setara dengan Rp 76 triliun, tapi ini patut diapresiasi. Ke depannya kami dorong pemerintah untuk merealisasikannya sesuai UU,” papar anggota Fraksi Partai NasDem Achmad Hatari pada Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (23/8).

Peningkatan anggaran untuk daerah ini sangat berarti untuk akselerasi keuangan, ekonomi, dan pembangunan daerah. Hatari menekankan, kenaikan anggaran untuk daerah ini harus terus digalakkan karena ia adalah amanat Nawa Cita ke-3, yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

Namun demikian, tantangan yang akan dihadapi pemerintah untuk tahun 2017 menurut Hatari akan sulit. Percepatan pembangunan di semua daerah di Indonesia akan dihadapkan pada persoalan risiko ekonomi global yang masih stagnan. Hal tersebut berimbas pada turunnya realisasi pajak 2016 sebesar Rp518,4 triliun atau equivalen 33,7% dari target APBN-P 2016 sebesar Rp1.539,2 triliun.

“Belum lagi soal shortfall yang diperkirakan mencapai Rp219 triliun pada tahun berjalan, maka target penerimaan negara 2017 yang direncanakan sebesar Rp1.737,63 triliun, turun menjadi Rp1.737,63 triliun atau turun 2,72% dari target penerimaan pada APBNP 2016 sebesar Rp 1.786,23 triliun,” jelasnya.

Meski demikian, penurunan target penerimaan negara dan pemangkasan anggaran ternyata tidak membuat anggaran daerah ikut turun. Defisit anggaran sebesar Rp332,83 tirliun atau setara dengan 2,41% dari Produk Domestik Bruto, akan dibiayai oleh pinjaman dalam negeri dan luar negeri.

Hatari mengingatkan agar pemanfaatan hutang tersebut benar-benar diarahkan untuk kegiatan-kegiatan produktif, memberdayakan peran swasta, BUMN, dan Pemerintah Daerah.

“Fraksi NasDem minta agar belanja negara difokuskan pada pembangunan infrastruktur, meningkatkan efisiensi, dan penajaman belanja barang, meningkatkan kualitas dan efektifitas program perlindungan sosial, memperkuat pelaksanaan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, kedaulatan pangan dan energi, kemaritiman dan kelautan serta pariwisata dan industri. Selain itu juga penyaluran subsidi yang tepat sasaran serta penegakan hukum dan upaya menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan,” paparnya.

Stabilitas rupiah juga menjadi perhatian dari politisi asal Maluku Utara ini. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan fokus untuk memprioritaskan stabilisasi rupiah serta menurunkan suku bunga secara bertahap yang dapat mendorong investasi. Targetnya, Hatari menyebutkan, sektor swasta bisa bergairah yang pada akhirnya akan meningkatkan pajak secara signifikan dalam rangka Nawa Cita. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More