Selasa 16 Agustus 2016, 09:09 WIB

Tunggal Putra Indonesia Kandas di Perdelapan Final

Antara | Olahraga
Tunggal Putra Indonesia Kandas di Perdelapan Final

AP/Kin Cheung

SATU-satunya pemain tunggal putra Indonesia pada Olimpiade 2016, Tommy Sugiarto tersingkir pada babak perdelapan final, setelah dikalahkan pemain Inggris Rajiv Ouseph 13-21, 21-21-14, 21-15, Senin (15/8) waktu setempat.

Kekalahan tersebut tidak terduga sebelumnya karena Tommy merupakan unggulan ketujuh di Olimpiade ini dan peringkat dunianya pun lebih baik dibanding Ouseph.

Dalam pertandingan di arena Rioentro, Rio de Janeiro, Brazil tersebut, pertandingan sudah berlangsung ketat sejak awal game pertama. Ouseph dapat menunjukkan bahwa ia pun memiliki persiapan yang matang untuk pertandingan sekelas Olimpiade ini.

Secara perlahan ia terus menjawab bola-bola sulit dari Tommy dan unggul hingga 17-11. Tommy sendiri sering membuat kesalahan sehingga banyak poin yang hilang di saat-saat kritis.

Ketika skor 19-13, Rajiv sudah sulit dikejar dan dapat mengakhiri game pertama dengan skor 21-13 setelah pukulan Tommy keluar lapangan.

Pada game kedua, Tommy mencoba lebih hati-hati dan dapat memimpin pengumpulan angka di awal melalui smes-smes tajamnya. Ia terus unggul 6-3, 6-4 , 11-4, dan mengendalikan permainan untuk menutup game kedua 21-14.

Di game ketiga pertandingan berlangsung lebih ketat. Tommy sebenarnya dapat ungul 13-10, namun Rajiv dapat bangkit hingga menyusul 16-15.

Pada skor ini Tommy seperti kehabisan tenaga sehingga smes-smesnya lemah dan seringkali menyangkut di net. Rajiv dapat memanfaatkan momen ini untuk terus menekan dan mengakhiri game ketiga denga skor 21-15.

"Terus terang pada game pertama saya agak terburu-buru untuk menang, ternyata skor tetap ketat. Tenaga saya sudah mulai terkuras," kata Tommy usai pertandingan selama 63 menit tersebut.

Pada babak kedua, kata Tommy, ia sudah bisa melakukan pemulihan sehingga mampu meningkatkan performa terbaiknya.

"Tapi game ketiga ternyata dia cukup tangguh. Sementara banyak keputusan wasit yang merugikan saya. Beberapa kali saya minta break, tapi ditolak," kata Tommy.(X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More