Selasa 16 Agustus 2016, 07:07 WIB

Bolt Tetap Incar Rekor Baru

Nurul Fadillah | Olahraga
Bolt Tetap Incar Rekor Baru

AP Photo/Martin Meissner

PELARI Jamaika Usain Bolt mengawali final nomor lari 100 meter putra Olimpiade Rio 2016 dengan kurang mulus. Atlet berusia 29 tahun itu sempat tertinggal di belakang pesaing beratnya, sprinter asal Amerika Serikat, Justin Gatlin, di 30 meter pertama.

Namun, menjelang garis finis, dengan mengerahkan seluruh sisa tenaganya, Bolt menjadi pelari pertama yang menyentuh garis finis pada lomba yang digelar di Olympic Stadium, Rio de Janeiro, Brasil, Senin (15/8) WIB, itu. Bolt berhak meraih medali emas dengan mencetak waktu 9,81 detik. Posisi kedua ditempati Gatlin (9,89 detik) dan posisi ketiga ditempati sprinter Kanada, Andre de Grasse, yang mencatat waktu 9,91 detik.

Kemenangan itu membuat pelari kelahiran Trelawny, Jamaika, tersebut berhasil mempertahankan gelar. Raihan itu juga menjadikannya sebagai atlet pertama yang berhasil mempertahankan medali emas di nomor lari 100 meter dalam tiga Olimpiade secara beruntun. Sebelumnya, dia memenangi nomor yang sama di Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012.

Kendati demikian, Bolt gagal memperbarui rekor dunia 9,58 detik atas namanya sendiri, yang dicetak pada kejuaraan Atletik Dunia 2009.

“Saya cukup bangga dengan kemenangan ini walau tidak berjalan sempurna. Saya telah melakukan apa yang harus dilakukan,” ujar dia.

Bolt kini akan berupaya untuk memenangi dua nomor lainnya, yaitu lari 200 meter putra dan lari estafet 4 x 100 meter putra. Di Beijing dan London, dia juga meraih emas di dua nomor itu. Ini menjadi target terakhirnya di Olimpiade sebelum pensiun dari atletik setelah Kejuaraan Dunia 2017.

“Saya seorang le­genda yang hidup. Seseorang mengatakan jika saya memenangi dua emas lagi, saya akan menjadi abadi,” ujar Bolt seusai pertandingan.

Rekor
Torehan prestasi juga dapat diraih pelari asal Afrika Selatan, Wayde Van Niekerk. Dengan membawa pulang medali emas di nomor lari 400 meter, pelari berusia 24 tahun tersebut berhasil mencatat rekor baru dunia dengan catatan waktu 43,03 detik saat berpacu di jalur kedelapan, kemarin.

Catatan waktu tersebut meng­ungguli rekor sebelumnya yang digenggam pelari tercepat dari AS, Michael Johnson, dengan torehan waktu 43,18 detik yang diraih pada 1999 silam.

“Saya percaya bisa mencatat rekor baru dunia. Saya sudah memimpikan medali ini sejak lama dan akhirnya saya bisa menjadi bagian dari para pencetak sejarah di Olimpiade,” ujar Niekerk.

Niekerk tampil tercepat dan mengungguli para pesaingnya, di antaranya Kirani James (Grenada) yang meraih perak seusai finis di posisi kedua dengan catatan waktu 43,76 detik. Sementara itu, pelari asal Amerika Serikat La Shawn Merritt membawa pulang medali perunggu seusai mencatatkan waktu 43,85 detik.(AFP/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More