Selasa 16 Agustus 2016, 03:01 WIB

Grafik Terakhir Memihak Owi/Butet

(Ant/Rul/R-3) | Olahraga
Grafik Terakhir Memihak Owi/Butet

DOK PBSI

SEUSAI mengandaskan pasangan senegara mereka di perempat final, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bakal menemui jalan terjal di semifinal Olimpiade 2016. Ganda campuran nomor tiga dunia tersebut sudah ditunggu lawan berat, pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Kendati peringkat Owi/Butet begitu sapaan akrab Tontowi/Liliyana di bawah mereka, masih ada celah untuk melibas Zhang/Zhao. “Walau peringkatnya di bawah ( Zhang/Zhao), permainan Owi/Butet saat ini sebetulnya lebih bagus daripada mereka,” ujar manajer tim bulu tangkis Indonesia di Olimpiade Rio 2016, Rexy Mainaky, Senin (15/8). Berdasarkan pengamatannya, grafik permainan Zhang/Zhao belakangan ini terbilang stagnan. Sebaliknya, permainan Owi/Butet yang awalnya sempat terpuruk kini tengah dalam tren menanjak. Hal itu tergambar dari hasil statistik pertemuan keduanya. Dalam 18 kali pertemuan, memang Owi/Butet hanya berhasil meraih lima kali kemenangan. Namun, kemenangan Owi/Butet diraih pada bentrok terakhir, yakni terjadi di laga final All England 2014. Kala itu mereka menang dua gim langsung 21-13 dan 21-17. Bentrok Owi/Butet kontra Zang/Zhao bakal berlangsung di Riocentro, Pavilion 4, Selasa (16/8) dini hari WIB. Owi/Butet berhasil melaju ke semifinal seusai menekuk kolega mereka Praveen Jordan-Debby Susanto, Senin (15/8). Kendati kalah dan ini merupakan keikutsertaannya yang terakhir di Olimpiade, Debby mengaku ikhlas. “Turut senang, yang ke semifinal rekan sendiri,” ujarnya. Laga berat lainnya juga dihadapi ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Di babak perempat final, mereka bertemu ganda putri nomor tiga dunia asal Tiongkok, Tang Yuanting/Yu Yang, Senin (15/8). Saat berita ini ditulis, pertandingan keduanya tengah berlangsung. (Ant/Rul/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More