Kamis 28 Juli 2016, 06:59 WIB

Media Asing Apresiasi Sri Mulyani

AFP/Hym/P-2 | Politik dan Hukum
Media Asing Apresiasi  Sri Mulyani

MI/Panca Syurkani

 

PEROMBAKAN kabinet mendapat sorotan dari sejumlah media asing dan pengamat mancanegara, terutama mengenai penunjukan Sri Mulyani ­Indrawati sebagai Menteri Keuangan.

Channel News Asia dalam laporan mereka menyebut Sri Mulyani, yang meraih Phd di bidang ekonomi dari University of Illinois dan bukan anggota partai politik, dianggap berhasil mengelola perekonomian Indonesia melewati krisis keuangan global pada 2008.

“Presiden ingin tim impian untuk mengelola kebijakan ekonomi sehingga kita dapat mempercepat (pertumbuhan). Dia perlu Sri Mulyani,” kata Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual seperti dikutip situs tersebut.

Laporan Bloomberg juga mengetengahkan hal yang sama tentang sosok Sri Mulyani. Dengan mantan Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, Jokowi dipandang akan memperkuat sentimen investor.

“Reshuffle harus lebih menghibur pasar,” kata Wellian Wiranto, ekonom pada Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura. “Sebuah ‘tim impian’ yang tidak akan banyak mengumbar komentar berlebihan,” tegasnya.

Pasar saham pun bereaksi positif atas penunjuk­an Sri Mulyani. Indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 1,5%, dan 1% lebih tinggi di level 5.277,2 pada pukul 15.10 WIB, setelah berita peng­angkatan mantan Managing Director sekaligus Chief Operating Officer World Bank itu.

Selain pasar saham, ‘efek positif’ Sri ­Mulyani juga mengerek kurs atau nilai rupiah yang ­menguat 0,3% menjadi Rp13.131 terhadap dolar AS.

“Saya akan mendedikasikan semua usaha saya untuk mempercepat agenda pembangunan ­Indonesia dengan tujuan memberikan pelayanan yang lebih dan lebih baik, terutama kepada ­orang ­miskin, dan memastikan bahwa semua warga ­negara berpartisipasi dalam manfaat ekonomi yang berkembang,” kata Sri Mulyani dalam pernyataan di Linked-in , seperti dikutip Bloomberg.

Perombakan kabinet juga masuk radar bekas tempat Sri Mulyani bekerja. Presiden Bank Dunia Jim Yong-kim mengatakan pengganti Bambang Brodjonegoro itu akan meningkatkan kepercayaan dalam kinerja Indonesia dan akan berkontribusi penting untuk mempromosikan transparansi.

Sejumlah pengamat lain mengatakan perombak­an kabinet mencerminkan konsolidasi kekuasaan Presiden Joko Widodo setelah dia mendapatkan dukungan dari Golkar dan untuk mendorong agenda kebijakan selama sisa masa jabatannya. (AFP/Hym/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More