Mata Orangtua di CCTV Sekolah

Penulis: Dzulfikri Putra Malawi Pada: Minggu, 24 Jul 2016, 07:30 WIB Humaniora
Mata Orangtua di CCTV Sekolah

MI/Cikwan

SESAMPAINYA di kantor, Sa­rah Apih langsung membuka aplikasi kame­ra pemantau (CCTV) yang ada di ponselnya. Dari situ muncul video yang menayangkan suasana murid-murid di ruang kelas.

Rupanya itu tayangan langsung dari kelas buah hatinya yang baru masuk sekolah dasar di Royal Wells School, Bekasi, Jawa Barat. “Fasilitas (akses CCTV) itu menjadi nilai lebih keputusan kami memasukkan anak kami ke sekolah tersebut. Kami sempat observasi sekolah sebelumnya,” tutur perempuan 29 tahun itu kepada Media Indonesia, Jumat (22/7).

Akses CCTV dengan kata kunci (password) yang hanya ia bagi dengan suami itu digunakannya setiap 15 menit. Hal itu ia lakukan karena sang bocah sedang dalam masa transisi di lingkungan baru.Terlebih ia khawatir akan maraknya tindak paedofilia belakangan ini.
Dari tayangan kamera CCTV, ia bisa memantau setiap gerak bocahnya, bahkan ketika anak 6 tahun itu tidak nyaman berjalan akibat celana yang kebesaran.

Akses kamera CCTV bukan hanya milik sekolah swasta elite. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, juga telah menyediakan fasilitas serupa sejak tahun lalu.

Di sekolah itu terdapat 16 CCTV yang dapat diakses orangtua melalui aplikasi di ponsel. Selain itu, akses terbuka bagi pengawas sekolah/satuan pendidikan.

“Orangtua bisa melihat aktivitas anak-anak di sekolah secara langsung dan mereka dapat menilai cara pendidikan yang dilakukan guru-guru,” jelas Kepala SMPN 1 Telukjambe Timur, Rukmana, soal fasilitas yang terinspirasi oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia itu.

Pria yang pernah menyabet penghargaan guru terbaik se-Jawa Barat pada 2005 itu juga memanfaatkan CCTV sebagai bukti untuk memberikan pengarahan kepada orangtua. Saat ada anak yang bermasalah, ia tinggal menunjukkan bukti rekaman.

Tidak hanya untuk murid, kamera CCTV juga menjadi jalan untuk mengawasi guru yang kerap keluar saat jam pelajaran. Bukti itu lalu dibawa ke rapat dan menjadi peringatan bagi para guru yang kerap mangkir.


Cegah kekerasan pada anak

Penggunaan kamera CCTV di sekolah sebenarnya sudah banyak diterapkan sejak 2012, tapi hanya untuk pengawasan ujian nasional. Pemanfaatan CCTV sekolah oleh orangtua bisa dilihat sebagai kebutuhan untuk melindungi anak.

Terus maraknya tindak keke­rasan pada anak memang membuat berbagai pihak mendesak perlindungan anak di semua lingkungan, termasuk di sekolah. Hari Anak Nasional (HAN) 2016, yang jatuh kemarin, pun mengangkat tema Akhiri kekerasan pada anak. Dalam perayaan HAN 2016 di Lombok Tengah, komitmen bersama Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak ditandatangani.

“Gugus tugas ini terdiri atas unsur-unsur yang memegang peranan penting, seperti Ketua DPRD, bupati, kepala kejaksaan, kepala pengadilan negeri, kapolres, dan tokoh masyarakat. Peran strategis tokoh-tokoh ini tentunya mampu menyukseskan pencanangan kabupaten layak anak di Lombok Tengah demi pemenuhan hak-hak anak,” terang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise di sela kunjungannya di Lombok Tengah, Sabtu (23/7).

Bupati Lombok Tengah M Suhaili Fadil Thohir mencanang­kan Desa Mertak sebagai Desa Menuju Layak Anak pada 2021. (CS/Try/M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More