Gol Telat

Penulis: DONY TJIPTONUGROHO Redaktur Bahasa Media Indonesia Pada: Minggu, 17 Jul 2016, 01:30 WIB Opini
Gol Telat

BERITA yang berkaitan dengan cabang olahraga kerap ditulis dengan luwes dalam hal pemilihan kata. Jadilah masalah menang dan kalah dapat dibahasakan sebagai, misalnya, penaklukan atau penguasaan dengan digunakannya kata takluk atau menaklukkan.

Dengan lebih fleksibel memilih kata yang akan digunakan, pemakai bahasa turut meluaskan atau menyempitkan makna suatu kata. Saya ambil contoh pertama kata yang muncul ketika siaran langsung sepak bola lebih sering saya dengar di radio sebagai laporan pandangan mata daripada di televisi ketika periode 1980-an hingga awal 1990-an, cocor.

Kata cocor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah nomina yang bermakna (1) paruh yang lebar (seperti paruh itik, angsa); sudu; dan (2) ujung depan kaki. Ketika kata cocor diturunkan menjadi verba aktif, mencocor, makna yang melekat ialah ‘mematuk dengan cocor’, bukan ‘menjadi cocor’ untuk makna pertama. Makna kedua mencocor ialah ‘menyodok sesuatu dengan ujung depan kaki’, bukan ‘menjadi ujung depan kaki’. Makna kedua itulah yang berlaku dalam laporan pandangan mata di radio. Jadi, ketika komentator yang kala itu membawakan laporan langsung pandangan mata di radio mengatakan, “Ahmad Muharya mencocor bola,” maksudnya ialah penyerang andalan Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang (PSIS) waktu itu menyodok bola dengan ujung depan kaki.

Pemaknaan dari paruh hingga menjadi ujung depan kaki menunjukkan adanya pergeseran arti. Benang merahnya ialah memberi gambaran tentang bagian ujung dari suatu bentuk yang lebih besar.

Contoh kedua saya ambil dari fenomena yang muncul belakangan ini, terutama dengan adanya Piala Eropa 2016 di Prancis, gol telat atau gol terlambat. Rupa-rupanya istilah gol telat atau gol terlambat itu dikedepankan untuk menjadi padanan frasa dalam bahasa Inggris late goal. Ungkapan late goal bermakna gol yang terjadi di menit-menit akhir pertandingan, tidak harus persis di menit terakhir. Istilah gol telat atau gol terlambat itu pun merujuk ke makna yang sama. Penutur bahasa Inggris juga memiliki ungkapan last-minute goal atau last-gasp goal untuk makna yang sama dengan late goal.

Masalahnya menjadi menarik jika kita menyelisik makna telat dan terlambat. Kamus Besar Bahasa Indonesia memaknai terlambat sebagai ‘lewat dari waktu yang ditentukan’ dan telat sebagai ‘kasip’, ‘terlambat’. Apabila pencarian dilanjutkan lagi ke kata kasip, makna yang diajukan kamus itu ialah ‘terlambat’, ‘lewat waktu’. Tidak ada yang aneh dari makna tersebut.

Namun, setelah digabungkan dengan kata gol, menjadi gol telat, wajar belaka jika muncul pertanyaan spontan, ‘Kalau itu gol telat, yang berarti terjadi lewat dari waktu yang ditentukan, memang seharusnya kapan gol itu muncul?’ Kapan gol tepat waktu--bisakah disebut on-time goal--itu? Di awal pertandingan? Nah, penutur bahasa Inggris pun memiliki ungkapan early goal untuk makna gol yang terjadi di menitmenit awal pertandingan, tidak harus persis di menit pertama.

Jadi, ada benturan makna ketika kata late goal langsung dipadankan dengan gol telat atau gol terlambat. Namun, benturan ini mungkin saja mengacu ke benturan dalam bidang fi sika, yakni interaksi atau saling tindak antara hal yang satu dan hal lainnya yang saling menghampiri sampai cukup dekat sehingga dapat saling memengaruhi. Maksudnya lambat laun gol telat dapat digunakan untuk makna gol yang terjadi di menit-menit akhir pertandingan tanpa penuturnya tergugugugu akibat pemahaman makna telat yang sudah dicerap selama ini.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More