Selasa 05 Juli 2016, 13:44 WIB

Polisi Pastikan Bom Bunuh Diri di Solo tidak Terkait Kegiatan Presiden

Deny Irwanto | Politik dan Hukum
Polisi Pastikan Bom Bunuh Diri di Solo tidak Terkait Kegiatan Presiden

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

 

POLRI memastikan bom bunuh diri yang terjadi di Polresta Surakarta (Solo), Selasa (5/7) pagi tidak berkaitan dengan kegiatan Presiden Joko Widodo yang akan pulang kampung merayakan Idul Fitri pada Rabu (6/7).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Agus Riyanto memastikan bom tersebut memang mengarah pada anggota yang sedang melakukan apel pengamanan di Polresta Surakarta.

"Kalau keterkaitan dengan kegiatan kepala negara, tentunya sudah ada jadwal rutin. Kalau dilihat salah satunya (target) Polri dan itu mereka buktikan hari ini dapat diperkirakan tidak berkaitan dengan Pak Presiden," kata Agus saat memberikan keterangan di gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa (5/7).

Agus menjelaskan, saat ini, Polri menjadi sasaran tambahan bagi pelaku teror bom. Polri dianggap sebagai penghalang beberapa aksi yang hendak dilakukan para teroris.

"Sudah kita katakan beberapa waktu lalu, semula ancaman teroris lokasi dan hal-hal berbau asing. Belakangan, ada penambahan dan pergeseran ke arah aparat kepolisian," lanjut Agus.

"Kita sudah sampaikan ke jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Tapi itu tidak mengurangi layanan dan semangat kami kepada masyarakat," tegas Agus.

Bom bunuh diri meledak sekitar pukul 07.35 WIB. Pelaku menerobos ke Mapolresta Surakarta menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi AD 6136 HM.

Kejadian itu menewaskan pelaku. Seorang anggota polisi, Bripka Bambang Adi Cahyono, mengalami luka akibat serpihan bom dan dilarikan ke RS Panti Waluyo Solo. (MTVN/OL-3)

Baca Juga

Antara

Ini 4 Poin Klarifikasi Said Didu ke Luhut. Tidak Ada Minta Maaf

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 April 2020, 21:35 WIB
Bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi (Bpk Luhut B Pandjaitan) lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan...
MI/Susanto

MER-C Minta Mantan Menkes Dibebaskan untuk Bantu Atasi Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 21:25 WIB
MER-C berharap seluruh sumber daya manusia unggul yang memiliki keahlian di bidang kesehatan yang dimiliki Indonesia bisa diberdayakan...
MI/IMMANUEL ANTONIUS

Said Didu: Saya Tidak Akan Minta Maaf, Memang Faktanya Begitu

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 07 April 2020, 21:07 WIB
Pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya