Selasa 05 Juli 2016, 13:39 WIB

Indonesia Kembali Bersatu Melawan Teroris

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Indonesia Kembali Bersatu Melawan Teroris

ANTARA/Setpres/Rusman

 

RANGKAIAN aksi teror jelang Hari Raya Idul Fitri yang terjadi di luar ataupun dalam negeri mendapat kecaman dari bangsa Indonesia. Melalui pernyataan resminya saat berkunjung ke Kota Padang, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa segala bentuk kekerasan atas nama apapun tidak bisa dibenarkan.

"Tidak bisa ada toleransi terkait hal-hal itu," ujar Jokowi saat melakukan jumpa media menanggapi aksi teror yang terjadi di Mapolres Surakarta, Selasa (5/7) pagi.

Jokowi pun telah mengirimkan instruksi langsung kepada Kapolri untuk bisa segera mengusut dan menangkap jaringan-jaringan teroris yang berkaitan langsung dengan aksi teror di Mapolresta Surakarta.

"Saya telah perintahakan Kapolri untuk mengejar jaringan-jaringanya dan mengungkap bom bunuh diri di Mapolresta Solo. Kita harap masyarakat tetap tenang," jelasnya.

Sebelumnya, rentetan serangan aksi terorisme telah terjadi lebih dulu di kota-kota besar negara lain seperti Paris (Prancis), Baghdad (Irak), Instabul (Turki), hingga yang terbaru di Madinah (Arab Saudi).

Jokowi atas nama rakyat Indonesia pun menyampaikan rasa duka yang mendalam untuk korban, keluarga, serta pemerintah Saudi Arabia.

"Kita melihat serangan bom ini hampir terjadi di seluruh negara, atas nama rakyat Indonesia saya sampaikan duka yang mendalam pada korban, keluarga dan khususnya kepada Pemerintah Saudi Arabia," ungkap Jokowi.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai teror bom yang terjadi di Surakarta, Selasa (5/7) pagi, merupakan tindakan zalim yang merugikan diri sendiri bagi pelaku dan merusak kehidupan sesama.

Tindakan keji tersebut telah menodai bulan suci Ramadhan jelang Hari Raya Idul Fitri yang semestinya harus dijaga kesakralannya.

"Umat muslim jangan sampai terganggu kekhusyukan ibadahnya tapi harus tetap waspada," jelas Haedar.

Menurutnya, teror bom merupakan kemungkaran yang tidak dapat dibenarkan oleh agaman manapun. Untuk itu, umat beragama sangat mengecamkeras tindakan teror yang telah menyebarkan ketakutan pada masyarakat.

Muhammadiyah mengajak seluruh warga bangsa untuk tetap tenang dan sama-sama waspada memasuki Hari Raya 1 Syawal 1437 H yang jatuh pada Rabu (6/7).

"Kita tidak boleh kompromi dan toleran terhadap segala bentuk teror," jelas Haedar.

Menambahkan, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) menilai serangan-serangan bom bunuh diri yang terjadi telah merusak pesan damai Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam ajaran Islam, bom bunuh diri yang dilakukan para pelaku merupakan tindakan terorisme yang haram hukumnya untuk dilakukan. Tindakan-tindakan tersebut sama sekali tidak bisa dikatakan sebagai tindakan jihad sehingga pelakunya tidak bisa digolongkan sebagai syahid.

"Karena sifatnya hanya merusak, anarkis, menciptakan rasa takut dan menyasar siapapun tanpa batas bahkan orang yang tengah beribadah di kota Nabi. Tindakan itu pasti hanya dilakukan oleh para ekstremis dan pengecut," jelas Romi.

Untuk itu, sebagai partai Islam terbesar di Indonesia, PPP mengajak seluruh umat Islam untuk memelihara pesan damai Ramadhan. Tidak terpancing dengan kegiatan-kegaiatan ekstrimisme. Ia juga menghimbau agar para pelaku teroris bisa kembali kepada ajaran Islam yang sesungguhnya dan meninggalkan kesesatan berfikir jihad.

"Karena kebutuhan umat Islam untuk hidup mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan, lebih besar daripada kebutuhan kita untuk bunuh diri dan mengkafirkan," tuturnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Susanto

DPR tidak Boleh Paksakan Membuka Masa Sidang

👤Pro/I-1 🕔Minggu 29 Maret 2020, 07:05 WIB
Fungsi DPR harus terus berjalan meski dalam kondisi darurat pandemi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Tanggap Darurat DKI Sampai 19 April 2020

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 29 Maret 2020, 06:40 WIB
Fraksi NasDem di DPRD DKI berharap Gubernur Anies sejalan dengan pemerintah pusat yang mencanangkan tanggap darurat hingga 29...
Dok Antara

170 Ribu APD Didistribusikan

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 29 Maret 2020, 06:35 WIB
Selain mengimpor alat pelindung diri dan ventilator, pemerintah juga mendorong industri dalam negeri untuk memproduksi kedua alat kesehatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya