Selasa 05 Juli 2016, 12:26 WIB

Bom di Mapolresta Solo Terkait dengan Bom di Sejumlah Negara

Basuki Eka Purnama | Politik dan Hukum
Bom di Mapolresta Solo Terkait dengan Bom di Sejumlah Negara

ANTARA/MAULANA SURYA

 

AKSI bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Selasa (5/7) pagi diduga terkait dengan aksi terorisme yang terjadi di sejumlah negara lain. Hal itu dikatakan Muradi, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung, Selasa (5/7).

"Bom itu harus dianggap sebagai pesan bahwa sel dan jejaring teror di Indonesia memiliki lingkup yang terkait dengan jejaring teror yang melakukan aksi di sejumlah kota di dunia," ujar Muradi.

Artinya, imbuhnya, akses dan komunikasi antara sel teror di Indonesia masih terhubung baik dengan jejaring teror di luar negeri, dalam hal ini Islamic State.

Karenanya, Muradi meminta otoritas keamanan Indonesia untuk segera membatasi ruang gerak sel dan jaringan teror yang ada di Indonesia.

"Sebab aksi bunuh diri tersebut mengindikasikan bahwa jejaring antarorganisasi teror di indonesia dengan di luar terjaga dengan baik dan hal tersebut adalah tantangan yang serius bagi aparat keamanan, khususnya pihak Kepolisian dengan Densus 88 AT dan BNPT," katanya.

Dia menambahkan, "Langkah pengejaran dan penangkapan Santoso dan jejaring MIT di Poso adalah hal yang baik dilakukan oleh Polri, tapi menghajar dan menberantas Katibah Nusantara (KN) adalah juga langkah yang perlu segera dilakukan. Karena ada pergeseran kepemimpinan setelah Santoso tersudut di hutan Poso."

"Katibah Nusantara dianggap sebagai representasi baru dari IS di Asia Tenggara. KN dipimpin oleh Bachrum Naim, otak aksi bom Sarinah pada Januari 2016 lalu. Dan diduga kuat bahwa aksi bom bunuh diri di Mapolesta Solo adalah bagian dari jejaring KN ini dan diatur secara remote oleh Bachrum Naim dengan jejaring KN yang melingkupi negara-negara Asia Tenggara berbahasa serumpun melayu," pungkasnya. (RO/OL-3)

Baca Juga

DOK DPR RI

KPPA Harus Deteksi Anak Terpapar Covid-19 di Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 17:00 WIB
Yandri menyampaikan, saat ini kasus positif virus korona sebanyak 3.293 pasien. Dari data tersebut, KPPPA harus mampu mendeteksi jumlah...
DOK DPR RI

Ciptakan Stabilitas Harga, Bulog Diminta Gelar Operasi Pasar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 15:25 WIB
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini, jangan sampai ada pihak spekulan yang mengambil keuntungan besar dalam kondisi seperti...
Antara

Jokowi: Mari Hadapi Pandemi Ini dengan Kebersamaan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 10 April 2020, 14:52 WIB
Menurut Presiden, pandemi yang dihadapi ini merupakan ujian berat bagi bangsa yang memerlukan kebersamaan, gotong-royong, dan disiplin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya