Kamis 09 Juni 2016, 19:40 WIB

Pemkab Bireun Dukung Pembangunan Masjid Muhammadiyah

Ferdian Ananda | Nusantara
Pemkab Bireun Dukung Pembangunan Masjid Muhammadiyah

MI/BENNY BASTIANDY

 

PEMERINTAH Daerah dan Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darusallam, mendukung pembangunan Masjid At Taqwa Muhammadiyah di Kecamatan Juli, Bireuen. Hal tersebut ditegaskan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Maisyuri, Kamis (9/6).

"Masjid At Taqwa Muhammadiyah baru perencanaan pembangunan, lahannya sudah dibebaskan. Kami sangat mendukung pembangunan masjid tersebut. Karena pembangunan masjid untuk kebutuhan melaksanakan ibadah umat Islam," katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan adanya sedikit kekeliruan dalam proses pembangunan masjid tersebut sehingga mendapat penolakan dari masyarakat setempat.

"Diantaranya panitia pembangunan masjid tidak dibentuk dengan azas musyawarah di tingkat desa dan peletakan batu pertama itu dilakukan sebelum terbitnya surat izin mendirikan bangunan (IMB). Atas dasar itu, masyarakat setempat melakukan protes saat peletakan batu pertama," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya Kemenag memang tidak mengetahui pertikaian tersebut. Setelah terjadi konflik, baru panitia pembangunan masjid menemui pihaknya untuk meminta rekomendasi. Peletakan batu pertama masjid itu gagal karena mendapat perlawanan dari massa yang mendatangi lokasi pembangunan masjid beberapa waktu lalu.

"Sebelum rekomendasi itu diminta, kami telah terlebih dahulu menerima surat terkait kondisi yang tidak kondusif di lokasi pembangunan masjid. Permohanan itu diajukan panitia setelah peletakan batu pertama gagal. Jadi kami arahkan kepada panitia untuk bersabar dan tidak melanjutkan
pembangunannya," terangnya.

Masjid yang akan dibangun, hanya berjarak 1 kilometer dari Masjid Keude Dua, Kecamatan Juli. Selain itu juga tidak berjauhan dengan dua masjid lainnya di wilayah tersebut. Sehingga pembangunan masjid baru dinilai belum terlalu mendesak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Juli.

Maiyusri mengatakan dulu pengurus Masjid Keude Dua Juli itu panitia pembangunan masjid Muhammadiyah. Seiring perjalanannya, masa periode berakhir maka dipilih kembali pengurus masjid oleh masyarakat. Namun, pengurus lama tidak terpilih sehingga mereka berinisiatif mendirikan masjid baru.

"Karena tidak terpilih lagi, informasi dari masyarakat pengurus masjid itu tidak mau sholat lagi disitu dan berencana melakukan pembangunan
masjid baru. Itulah fakto lain yang menjadi latar belakang permasalah," katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More