Rabu 08 Juni 2016, 00:30 WIB

Koperasi Topang Bisnis Pariwisata

(YH/N-3) | Nusantara
Koperasi Topang Bisnis Pariwisata

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

 

PENGGIAT wisata Mandeh akhirnya berkelindan dengan membentuk koperasi, beberapa waktu lalu. Koperasi Pesona Wisata Sumbar, begitulah namanya, beranggotakan sekitar 75 orang dari berbagai latar belakang komunitas masyarakat setempat. Inisiator pembentukan koperasi itu ialah Andrinof Chaniago. Menurutnya, koperasi dibentuk karena memiliki prinsip kekeluargaan dan kebersamaan. “Dengan adanya koperasi, diharapkan para anggota bisa mengelola wisata Mandeh secara profesional dengan melibatkan masyarakat setempat,” ujar Andrinof.

Ketua Koperasi Pesona Wisata Sumbar, Zefnihan, menambahkan, koperasi yang didirikan para penggiat dan pelaku pariwisata Sumbar itu bertujuan mewujudkan kegiatan ekonomi di kawasan wisata Sumbar dengan ciri berjiwa gotong royong. “Kita sudah menghimpun dana Rp100 juta lebih dari sekitar 75 orang. Saat ini proses legalitas koperasi sedang berjalan," terang Zefnihan. Koperasi itu memiliki beberapa jenis usaha di bidang wisata, termasuk pengoperasian KM Bintang Mandeh sebagai salah satu jenis usaha.

Meski legalitas belum keluar, koperasi sudah bergerak. Salah satunya ialah tercapainya kesepakatan dengan PT Bintang Mahaputra yang baru saja mendatangkan KM Bintang Mandeh dari Kalimantan Barat. Pengoperasian KM Bintang Mandeh akan bekerja sama dengan para anggota ekowisata di Mandeh, terutama di bidang kuliner, perahu, pemandu wisata, dan selam. "Untuk kebutuhan makanan, pemandu dan lainnya kita manfaatkan para anggota ekowisata kawasan Mandeh sehingga keberadaan KM Bintang Mandeh membuka peluang baru bagi pelaku wisata yang ada di Mandeh," tegas Zefnihan.

Selain pengoperasian KM Bintang Mandeh, Koperasi Pesona Wisata Sumbar akan membuka usaha lain, seperti atraksi wisata laut. KM Bintang Mandeh itu milik penggiat pariwisata Sumbar, Hendra Tjugito. Kapal miliknya melakukan perjalanan pergi pulang perdana pada 26 Maret lalu dari Muaro Padang ke Mandeh. Hendra pun menyerahkan pengelolaan kapalnya kepada Koperasi Pesona Wisata Sumbar. Kapal itu berkapasitas 70 tempat duduk. Namun, maksimal penumpang hanya 60 tempat duduk. Pengoperasionalan kapal menggunakan sistem paket day trip dengan biaya Rp350 ribu per orang dan minimal 25 kursi harus terisi.

Biaya itu sudah termasuk asuransi, makan siang, menikmati pertunjukan kesenian di atas kapal, menikmati kuliner tradisional ala Mandeh, dan singgah di salah satu pulau untuk jalan-jalan atau menyelam. Namun, ada juga paket lain, yaitu wisata ke Kapo-Kapo lewat jalur bakau. Para wisatawan akan menikmati ekowisata di Carocok. “Untuk paket ini wisatawan menambah Rp40 ribu untuk sewa boat di luar tarif Rp350 ribu per orang. Keliling hutan bakau menggunakan boat," tambahnya. Keberadaan KM Bintang Mandeh, selain menjadi alternarif moda transportasi ke Mandeh, juga menghidupkan tol laut antara Muaro di Padang dan Mandeh di Pesisir Selatan. (YH/N-3)

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

Mulai Besok, Gubernur Babel Batasi Penerbangan Sehari Sekali

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:33 WIB
Kebijakan tersebut diambil Erzaldi untuk menahan arus mobilisasi manusia dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus...
AFP/SONNY TUMBELAKA

Minggu Kedua April, Semua PDP Bali Dipindahkan ke RS PTN Jimbaran

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:20 WIB
Seluruh PDP di Bali akan serentak dipindahkan dan dipusatkan di RSPTN Universitas Udayana minggu kedua April agar  penanganan PDP...
Antara

Pemkab Sukabumi Sterilisasi Akses Masuk di Perbatasan

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB
Pemkab Sukabumi mensterilkan orang-orang yang masuk dan juga kendaraannya yang keluar dan masuk ke Sukabumi untuk menekan penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya