Rabu 08 Juni 2016, 00:20 WIB

Menantikan Mandeh Jadi Destinasi Pilihan

Yose Hendra | Nusantara
Menantikan Mandeh Jadi Destinasi Pilihan

MI/yose

 

KM Bintang Mandeh melaju pelan dengan kecepatan 8 knot melintasi pantai barat Sumatra pada penghujung Maret lalu. Pelayaran perdana itu membawa puluhan pegiat wisata dari Muaro di Padang menuju kawasan Mandeh, Pesisir Selatan. Sepanjang perjalanan, mata disuguhi pemandangan nan elok seperti jajaran pulau-pulau dengan hamparan pasir putih. Sebagian pulau seperti Pulau Pasumpahan dan Pulau Swarnadwipa sudah terkelola dengan baik. Sejarawan Universitas Negeri Padang Siti Fatimah dan pegiat wisata Aim Zein mendampingi para rombongan menuju Mendeh. Sepanjang perjalanan, mereka menjelaskan nama-nama pulau yang dilewati KM Bintang Mandeh. Kawasan Mandeh mulai banyak dikenal masyarakat baik di Sumatra Barat maupun dari luar. Banyak wisatawan yang mulai mendatangi wilayah wisata bahari tersebut. Wisatawan dari Riau, Jambi, Bengkulu, disusul Jakarta terbanyak berkunjung ke Mandeh akhir-akhir ini. "Mandeh bagus secara lanskap jika dibandingkan dengan Belitung. Mandeh perpaduan lautan dan gunung yang bisa diakses sekalian," kata wisatawan asal Jakarta Mercylia Mochtar.

Mandeh terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan. Kawasan Mandeh merupakan teluk yang ditutupi jajaran pulau-pulau kecil, yaitu Pulau Cubadak, Marak, Pagang, Bintangor, Sironjong Gadang, Sironjong Kaciak, Setan Gadang, serta Pulau Taraju. Pulau-pulau tersebut berposisi melingkar seolah-olah seperti danau laut, membuat perairan lautnya relatif tenang. Kawasan laut tersebut kaya akan terumbu karang dan hutan bakau yang masih lestari. Wilayah itu dijuluki sebagai The Paradise of the South. Dari sekian pulau yang ada, Cubadak menjadi terdepan dalam pengembangan. Pulau tersebut dikembangkan investor Italia yang dikenal dengan Paradiso Village. Pulau itu dikelola secara pribadi dan menjual kesunyian kepada wisatawan.

"Sebelum 2014, kawasan Mandeh belum banyak didatangi pelancong. Kapal wisata hanya ada dua sampai tiga. Setelah penyelenggaraan Mandeh Joy Sailing 2014, Mandeh jadi terkenal dan didatangi banyak orang. Sekarang ada sekitar 150 kapal wisata ke Mandeh," ujar pemuda setempat, Rio Maindaldo. Kawasan wisata Mandeh melingkupi tujuh kampung di tiga nagari yang dihuni 9.931 jiwa dengan mata pencaharian sebagai petani, peternak, dan nelayan.

Mandeh Joy Sailing
Munculnya destinasi wisata Mandeh berawal dari pemikiran Andrinof A Chaniago, mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas, saat melihat keindahan Mandeh dari dalam pesawat. Ia kemudian menggagas Mandeh Joy Sailing pada 12 Oktober, berlayar dari Padang ke Mandeh untuk memperkenalkan daerah wisata baru di Sumatra Barat.
Ia pun mengundang beberapa kapal pesiar dan kapal milik TNI. Sejumlah tokoh nasional, aparat pemerintah, LSM, pengusaha, pimpinan BUMN, wartawan, pelajar, mahasiswa, TNI, dan Polri maupun masyarakat diundang untuk ikut berlayar dari Padang ke Mandeh.

"Saya ambil inisiatif dan ajak beberapa orang mengadakan aksi inspiratif ayo berlayar ke Mandeh. Alhamdulillah banyak yang siap terjun mempromosikan Mandeh dan satu per satu orang mulai bergabung mendukung," ungkap Andrinof. Menurutnya, kawasan Mandeh punya potensi wisata luar biasa. Pemandangannya mirip dengan Raja Ampat dengan lokasi lebih strategis karena bisa ditempuh 1 jam dari Singapura dan Malaysia. "Singapura dan Malaysia ialah jantung pariwisata Asia. Puluhan juta turis berkunjung ke sana tiap tahunnya," jelasnya. Ia kemudian membandingkan Pulau Penang dengan Mandeh. Pulau Penang saat ini menyedot sekitar 8 juta turis setiap tahunnya, sedangkan Sumatra Barat hanya 50 ribu orang per tahun. Padahal, pesona Mandeh dan Sumatra Barat jauh lebih indah daripada Pulau Penang.

"Jika satu juta turis datang dengan pengeluaran Rp15 juta, pendapatan asli daerah Sumbar bisa mencapai Rp15 triliun dari sektor wisata," imbuhnya. Kepala Bappeda Pesisir Selatan Zefnihan menjelaskan pada 2006 sudah disusun masterplan pengembangan pariwisata di Mandeh, bekerja sama dengan dinas pariwisata provinsi. Namun, dalam masterplan itu belum jelas digambarkan skenario realistis pengembangan kawasan pariwisata. "Dalam masterplan itu juga belum dijelaskan peran masyarakat dan belum mengedepankan aspirasi masyarakat dan potensi yang ada," jelasnya.

Barulah kemudian diadakan kegiatan pembangunan infrastruktur hingga 2014 seperti pembangunan jalan, air bersih, dan listrik. Pada 2014 mulailah ada gerakan masif promosi dan pengembangan kawasan wisata Mandeh yang dimotori Andrinof Chaniago lewat Mandeh Joy Sailing. Kegiatan itu akhirnya menjadi kegiatan tahunan. Kegiatan itu mendapat respons Presiden Joko Widodo yang mengunjungi Sungai Nyalo di Mandeh, 10 Oktober 2015. Di situ Presiden Jokowi mwresmikan percepatan pembangunan kawasan wisata bahari terpadu Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan.

Andrinof kini fokus mempromosikan dan mengembangkan Mandeh. Meskipun Mandeh tidak masuk 10 destinasi wisata pilihan Kementerian Pariwisata, masyarakat di sana terus menggerakkan promosi melalui media sosial. Pengembangan Mandeh sebagai tempat wisata keluarga masih harus terus dibenahi. Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya, saat membuka Festival Pesona Mandeh, menjelaskan persoalan yang mengganjal laju wisatawan ke Sumbar ialah perilaku masyarakat, kebersihan, dan klaim kepemilikan destinasi. Masalah air bersih, toilet, dan pungutan liar masih marak di Mandeh.

Di samping itu, banyak sampah yang betebaran. Kondisi itu menggerakkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit memerintah pemerintah kabupaten dan kota untuk membentuk satuan tugas pariwisata. "Satgas ini untuk memberantas aksi pungutan liar, pemerasan, hingga pemalakan kepada wisatawan yang datang. Saya beri waktu sampai Juli ini sudah harus tuntas," ujar Nasrul menjawab keluhan para wisatawan yang dipalak atau diperas para preman. Satgas pariwisata juga akan dibentuk di tingkat provinsi dan bekerja selama 24 jam. (N-3) yose@mediaindonesia.com

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

Mulai Besok, Gubernur Babel Batasi Penerbangan Sehari Sekali

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:33 WIB
Kebijakan tersebut diambil Erzaldi untuk menahan arus mobilisasi manusia dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus...
AFP/SONNY TUMBELAKA

Minggu Kedua April, Semua PDP Bali Dipindahkan ke RS PTN Jimbaran

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:20 WIB
Seluruh PDP di Bali akan serentak dipindahkan dan dipusatkan di RSPTN Universitas Udayana minggu kedua April agar  penanganan PDP...
Antara

Pemkab Sukabumi Sterilisasi Akses Masuk di Perbatasan

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB
Pemkab Sukabumi mensterilkan orang-orang yang masuk dan juga kendaraannya yang keluar dan masuk ke Sukabumi untuk menekan penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya