Sepekan Terakhir Penjualan Makanan dan Minuman Naik 30%

Penulis: Gabriela Jessica Restiana Sihite Pada: Senin, 06 Jun 2016, 11:32 WIB Ekonomi
Sepekan Terakhir Penjualan Makanan dan Minuman Naik 30%

MI/Ramdani

KETUA Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan sudah terjadi kenaikan penjualan makanan dan minuman olahan selama sepekan terakhir menjelang puasa. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan penjualan dari pabrik ke toko-toko ritel di seluruh Indonesia.

Sementara dari sisi penjualan ke konsumen, Gapmmi mengaku masih tengah memantau dan akan mengevaluasinya pada Rabu (8/6) ini bersama para pelaku usaha ritel.

"Kalau dari sisi distribusi pabrik ke toko ritel sudah naik sekitar 30%. Itu permintaan dari perusahaan ritel untuk mengantisipasi kenaikan permintaan konsumen. Kalau penjualan ke konsumennya masih kita pantau," ucap Adhi saat dihubungi Media Indonesia, Senin (6/6).

Menurutnya, angka penjualan makanan dan minuman olahan pada bulan normal mencapai Rp110 triliun. Artinya, selama menjelang masa puasa pekan lalu, angka penjualan makanan dan minuman menembus Rp143 triliun akibat kenaikan permintaan dari toko ritel sebesar 30%. Besaran kenaikan itu diharapkan Adhi juga terjadi pada kenaikan permintaan oleh konsumen selama masa puasa ini hingga Lebaran tiba.

"Harapan kami penjualan atau permintaan konsumen juga naik 30% dari bulan biasanya. Kalau data yang kami punya ini kan masih data permintaan toko ritel ke pabrik," imbuhnya. (X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More