Harga Daging belum Sesuai Ekspektasi

Penulis: Irene Harty Pada: Senin, 06 Jun 2016, 06:15 WIB Ekonomi
Harga Daging belum Sesuai Ekspektasi

ANTARA/Ampelsa

SEHARI sebelum memasuki Ramadan, harga daging sapi di pasar dalam negeri masih belum sesuai dengan ekspektasi.

Di berbagai wilayah Tanah Air, harga daging sapi masih diperjualbelikan di kisaran Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.

Di daerah tertentu, seperti Aceh, komoditas tersebut sempat menyentuh kisaran Rp170 ribu per kilogram.

Kenaikan harga daging sapi hingga menyentuh kisaran tersebut dianggap tidak wajar. Hal itu dikemukakan oleh peneliti LPEM UI, I Kadek Dian Sutrisna, kepada Media Indonesia, kemarin.

"Tentunya tidak wajar, tetapi karena perekonomian belum pulih, kondisi pelemahan nilai tukar dan ekspektasi yang belum terkendali, maka harga-harga juga meningkat," ungkap Kadek.

Kondisi yang sangat dipengaruhi mekanisme pasar itu disebut sebagai rutinitas karena setiap awal bulan puasa permintaan daging sapi meningkat.

Selain itu, ekspektasi masyarakat akan selalu terjadi kenaikan harga sehingga di pasar harga benar-benar meningkat.

Solusi untuk impor juga tidak cukup membantu karena kondisi logistik Indonesia yang masih berbiaya tinggi.

Nilai tukar rupiah pun cenderung melemah belakangan ini sehingga impor daging sapi tergolong mahal.

"Harga ditentukan faktor-faktor tersebut walaupun ada instruksi kalau tidak di-manage, tidak akan efektif," lanjutnya.

Ekspektasi tinggi harus diatasi pemerintah dengan melakukan intervensi di dalam pasar dan menjamin harga-harga terkendali.

Fenomena harga daging sapi bergejolak bukan sekali atau dua kali, tetapi hampir terjadi setiap tahun.

Maka dari itu antisipasi pemerintah sejak jauh-jauh hari semestinya dilakukan.

"Prediksi kekurangan suplai domestik harusnya sudah diprediksi," sahut Kadek.

Dengan kebijakan yang bisa kendalikan, harga daging sapi tidak akan jauh berbeda pada waktu normal dan Ramadan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan para pembantunya di kabinet untuk menurunkan harga daging sapi di kisaran Rp80 ribu per kilogram menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah pun dilaporkan sudah mengimpor 10 ribu ton daging beku untuk memenuhi pasokan yang terus naik.

Masih tinggi

Saat memasuki hari pertama Ramadan, kemarin, harga daging di berbagai daerah dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.

Di pasar Karawang, Jawa Barat, harga daging dilaporkan bervariasi dari Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.

Pedagang daging sapi Pasar Johar, Karawang, Fahrul, 24 mengatakan harga daging sapi masih sama dengan harga sepekan terakhir.

Menurut dia, harga tidak bergerak sedikit pun di kisaran tersebut.

Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meskipun dilaporkan lebih rendah harganya daripada di Karawang, rata-rata masih berada di atas Rp100 ribu per kilogram.

Di lain sisi, Kepala Bulog Divre Jateng, Usep Karyana Bulog, menyatakan pihaknya belum perlu menggelontorkan daging beku sapi impor ke pasar-pasar di kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jateng meski harga daging sapi masih bertahan tinggi dan belum sesuai harapan Presiden Jokowi.

Hasil pantauan Media Indonesia di sejumlah pasar di Kota Solo sepanjang hari kemarin, juga menunjukkan harga daging sapi segar masih di atas Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Di Purwokerto, Jateng, harga daging sapi juga masih berkisar d atas Rp120 ribu per kilogram.

Di Tasikmalaya, Jabar, konsumen juga masih mengeluhkan harga daging sapi super yang tetap bertengger di level Rp120 ribu per kilogram. (CS/TS/WJ/LD/AD/X-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More