Minggu 05 Juni 2016, 13:49 WIB

Ada 'Intel' di Sektor Jasa Keuangan

Dero Iqbal Mahendra | Ekonomi
Ada

MI/Ramdani

 

PERNAH membayangkan bagaimana jika otoritas jasa keuangan (OJK) melakukan kontrol terhadap sektor yang ada di bawah mereka? Mereka melakukan pemeriksaan dengan cara yang cukup unik yakni menerjunkan para 'intel'.

Tentunya satuan intelejen ini bukan seperti Badan Intelejen Nasional (BIN) tetapi lebih kepada para surveyor yang menyamar sebagai konsumen yang turun langsung ke lapangan dan mencari data mengenai pelayanan yang diberikan usaha jasa keuangan.

Uniknya, para surveyor itu sendiri tidak tahu menahu bahwa mereka sedang menjadi 'intel' dari OJK dan mengumpulkan data valid tentang potret sektor jasa keuangan.

"Kita memang menggunakan intelejen untuk mengecek langsung ke lapangan. Jadi dia berpura-pura beli asuransi, dijelaskan atau tidak secara detail mengenai asuransi, dan kami juga ke bank bertanya-tanya ke customer service," terang Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anton Prabowo, di Bogor, Sabtu (4/6).

Anton menjelaskan bahwa penggunaan 'intel' tersebut tidak hanya dilakukan kepada lembaga keuangan, namun juga mengumpulkan data dari masyarakat.

Hal tersebut dilakukan sebab Anton melihat bahwa banyak masyarakat yang masih enggan mencari informasi kepada costumer service.

"Konsumen kita sering kali mungkin merasa gengsi untuk banyak bertanya kepada petugas costumer service, padahal petugas costumer service-nya cantik, bicaranya halus. Persepsinya kalau banyak bertanya dianggap tidak paham produk. Padahal kita mendorong masyarakat untuk sebanyak mungkin bertanya dan kritis tentang suatu produk yang akan dibelinya," terang Anton.

Prinsip kerja agen intelijen ini berdasarkan hasil analisis pengaduan yang diterima OJK selama satu tahun. OJK akan meneliti bagian mana yang banyak dikeluhkan masyarakat dan lembaga ini akan langsung menerjunkan intelijen.

"Di akhir tahun kita melakukan analisis pengaduan dan akan kita ambil topik tertentu. Kemudian kita akan mendesain skenario dan melakukan pemantauan di lapangan," katanya.

Untuk sistem kerjanya sendiri sudah ditentukan, misalnya sang 'intel' akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang memang sudah disiapkan OJK dan sudah dipasangi alat alaktronik tersembunyi untuk mengetahui percakapan antara sang 'intel' dan agen asuransi atau karyawan jasa keuangan.

"Jadi saya tinggal duduk saja, jauh dari mereka tetapi dapat mendengarkan percakapan mereka apa yang dibicarakannya," terang Anto.

Umumnya, menurut Anton, OJK mempekerjakan suatu lembaga survei tetapi para surveyornya tidak mengetahui bahwa mereka ditugaskan OJK. Meski terkadang pihak OJK juga turun untuk menjadi 'intel' langsung di lapangan. Sebab jika mereka mengetahui sedang ditanyakan pihak OJK mereka cenderung akan melebih lebihkan ceritanya baik dari lembaga keuangan maupun dari masyarakat. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More