Pengusaha Muda Harus Giat

Penulis: Jessica Sihite Pada: Minggu, 05 Jun 2016, 06:29 WIB Ekonomi
Pengusaha Muda Harus Giat

Oesman Sapta Odang -- MI/M. Irfan

MASIH lesunya perekonomian Indonesia membuat para pengusaha senior Indonesia bergerak. Alumni Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang tergabung dalam Ikatan Senior Hipmi Indonesia (ISHI) sepakat menghidupkan kembali organisasi itu untuk membantu pemerintah menggerakkan ekonomi nasional.
Salah satu inisiator ISHI, Oesman Sapta Odang, mengatakan para pengusaha muda saat ini tampak layu dan kurang berge-rak cepat. Secara kuantitas, pengusaha Indonesia juga dinilainya masih sangat kurang.

“Pengusaha kita enggak kurang 1,5 juta-2 juta orang. Saya kira enggak ada lembaga apa pun yang bisa membangun ini, kecuali pengusaha mau bahu-membahu menggerakkan ekonomi Indonesia,” ucap Oesman di Jakarta, kemarin.

Dalam acara tersebut para pendiri dan anggota ISHI terlihat hadir. Mereka ialah Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Abdul Latief, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sutardjo, Adi Warsita, dan mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat Siswono Yudho Husodo.

Menurut Oesman, organisasi ISHI perlu dihidupkan kembali. Ia menilai, setelah tiga tahun terbentuk dan sempat dihentikan, ISHI bisa menggerakkan para pengusaha muda untuk lebih bergigi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia meminta pengusaha muda berpikir demi masyarakat Indonesia sendiri, jangan dulu berpikir mencari pasar di regional ASEAN. “ASEAN penduduknya hanya sekitar 60 juta orang, sementara Indonesia 250 juta. Ngapain kita memikirkan market yang lebih kecil daripada market di dalam negeri sendiri? Kita harus pikirkan usaha di dalam negeri,” tutur Oesman.

Pada Kamis (2/6) pemerintah mengajukan perubahan atas APBN 2016 kepada parlemen. Berbagai asumsi makro, target penerimaan, dan belanja direvisi turun. Sejumlah asumsi makro yang diturunkan antara lain inflasi, nilai tukar, harga minyak Indonesia, dan target produksi (lifting) migas. Namun, target pertumbuhan ekonomi di level 5,3% masih tetap dipertahankan.

Kembangkan bisnis
Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu pun berharap Hipmi tidak lagi takut dalam mengembangkan bisnis di Indonesia. Dia mengklaim Hipmi di eranya selalu mendukung pemerintah meski perekonomian sempat jatuh.

“Hipmi harus seperti dulu, tidak takut. Semua senior Hipmi ini adalah pejuang ekonomi di eranya. Dulu kita maju dalam ekonomi, tapi sekarang kita keteteran,” imbuh Oesman.

Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Jambore Perguruan Tinggi Se-Asia Tenggara yang digelar Hipmi akhir Mei lalu sedikit mengeluh soal masih rendahnya ketertarikan orang Indonesia terjun ke dunia bisnis. Buktinya, jumlah pengusaha di Indonesia hanya 1,6%, kalah dari Singapura yang jumlah pengusahanya mencapai 7% dari total penduduk.

Karena itu, Presiden berpesan kepada anak-anak muda yang ingin menjadi pengusaha agar berani terjun dan melakoni usaha yang digeluti.

“Jangan takut bersaing. Saya pernah kehilangan rem tiga kali, tapi bangkit lagi. Jadi kalau ingin jadi pengusaha, jangan mikir dulu. Terjuni dan jalani. Kalau ada persoalan di lapangan, selesaikan. Kalau tidak diselesaikan, pasti jatuh. Kalau sudah jatuh, harus bangkit lagi,” tandasnya. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More