Kembalikan Bulog Sebagai Stabilisator Harga Pangan

Penulis: Ilham Wibowo/MTVN Pada: Sabtu, 04 Jun 2016, 13:49 WIB Ekonomi
Kembalikan Bulog Sebagai Stabilisator Harga Pangan

Dok. MI

PEMERINTAH diminta menjaga kenaikan harga bahan pangan termasuk menjelang Ramadan dan Lebaran. Pemerintah perlu mengembalikan fungsi Bulog sebagai stabilisator haga beli di masyarakat.

"Pemerintah jalankan amanat undang-undang menjalankan badan pangan nasional. Bulog harus dikembalikan menjadi stabilisator harga," kata anggota DPR Komisi IV Daniel Johan dalam sebuah diskusi dengan topik 'De Javu Harga Sembako' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/6)

Ia menuturkan, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan jangka menengah dan jangka panjang mengatasi kenaikan harga menjelang hati raya yang terus berulang setiap tahun. Menurutnya, kebijakan ini perlu disusun jauh jauh hari agar punya data yang akurat.

"Saat ini memungkinkan untuk segera diberlakukan kebijakan harga eceran tertinggi. Kenaikan harga jangan terus berulang dan dimanfaatkan segelintir orang saat momentum rertentu," tururnya.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indosesia (APPSI) Ngadiran menilai, pemerintah perlu menjamin ketersediaan barang hingga tingkat pengecer untuk menjamin kesetabilan harga bahan pokok. Selain itu, kata dia, konsumen juga diharapkan melakukan pembelanjaan yang wajar.

"Ketersedian barang, distribusi, dan harga harus benar-benar dijaga sampai ke tingkat konsumen," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Kementrian Pertanian Yanuardi menuturkan, pemerintah terus berupaya mencari jalan keluar menanggulangi permasalahan kenaikan harga yang diakibatkan permintaan konsumen melonjak. Kementan, kata Yanuardi, merencanakan program provinsi mandiri. Nantinya, seluruh kebutuhan tidak perlu tergantung impor dan kiriman dari sentra penghasil bahan pengan tertentu di provinsi lain.

"Manajemen tanam akan terus dilakukan. Kita rencanakan ada provinsi mandiri. Jangan sampai nanti ada lagi Medan misalnya harus tunggu bawang dari Brebes," tuturnya dalam acara yang sama.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More