Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadan Berulang Tiap Tahun

Penulis: Ilham Wibowo/MTVN Pada: Sabtu, 04 Jun 2016, 12:02 WIB Ekonomi
Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadan Berulang Tiap Tahun

ANTARA

KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan dinilai berulang setiap tahun. Kenaikan harga ini dianggap sudah biasa.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan pergerakan harga pangan setiap tahun menjelang Ramadan maupun Lebaran mengalami tren yang sama. Harga pangan di pasar tradisional tetap mengalami kenaikan.

"Ada beberapa komoditas yang perlu diperhatikan. Misalnya daging sapi, daging ayam ras, ikan segar, dan bumbu seperti cabe, bawang merah serta bawang putih mengalami kenaikan," kata Sasmito dalam sebuah diskusi dengan topik 'De Javu Harga Sembako' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/6)

Sementara itu, anggota DPR Komisi IV Daniel Johan menuturkan, sudah menjadi hal yang biasa menjelang Ramadan harga bahan pokok menjadi naik. Menurutnya, terulangnya kenaikan dalam momentum ini perlu segera dibenahi.

"Ini persoalan data dan perencanaan harus dibenahi, kalau datanya benar berarti perencanaannya ada yang salah. Bisa saja perencanaan benar datanya ngawur," kata Daniel.

Pemerintah perlu memperhatikan sektor produksi dan distribusi mengatasi kenaikan harga bahan pangan ini. Ia menuturkan, produksi tinggi belum bisa menentukan penurunan harga jika ada yang menghambat pada sisi distribusi. Sehingga, pemenuhan kebutuhan untuk masyarakat selalu dalam kondisi kurang.

"Pemerintah harus memastikan suplay tersedia dan jalur distribusi berjalan dengan baik," tuturnya.

Masih dalam acara yang sama, Direktur Sayuran dan Tanaman Kementrian Pertanian Yanuardi menyebut, pihaknya telah menaikan produksi agar harga tidak melonjak tinggi saat Ramadan. Kementerian sudah merencanakan masa tanam agar produksi bahan pangan memenuhi kebutuhan masarakat.

"Kami sudah mengatur menejemen tanam agar harga tidak melonjak tinggi. Bawang misalnya, manajemen tanam menjelang bulan Juni kami naikan 10 persen," kata Yanuardi.

Secara uji produksi, sektor sayuran tidak bermasalah. Ia menduga, kenaikan harga terjadi pada tingkat distributor dan pengecer.

"Produksi sudah naik harga di pasar induk sudah turun tapi di retail malah tinggi. Data kami di lapangan, kami survey cukup tinggi di tingkat retail (pengecer)," paparnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More