Sabtu 28 Mei 2016, 09:40 WIB

KKP Bebaskan Hiu Paus dari Pemanfaatan Ilegal

Ire/E-1 | Ekonomi
KKP Bebaskan Hiu Paus  dari Pemanfaatan Ilegal

Ikan Hiu Paus -- FOTO ANTARA/Jupiter Weku

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menyelamatkan dua ikan hiu paus dari pemanfaat­an secara ilegal di keramba jaring apung (KJA) milik PT Air Biru Maluku, Seram, Maluku. Informasi itu diterima Direktorat Jenderal PSDKP dari Koordinator Wildlife Crime Unit (WCU) Wildlife Conservation Society (WCS) pada 22 Mei 2016.

Menurut Menteri KP Susi Pudjiastuti, pemanfaatan hiu paus ilegal itu melanggar Keputusan Menteri KP No 17/2013 tentang Penetapan Status Perlin­dungan Penuh Ikan Hiu Paus. “(Terjadi pula) dugaan pelanggaran UU No 31/2014 tentang Perikan­an dan bila melanggar, pelaku dikenai sanksi pidana paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,” ujar Susi dalam konferensi pers di kantornya, di Jakarta, kemarin.

Ikan hiu paus menjadi salah satu biota laut yang dilindungi pemerintah dan masuk daftar merah International Union for Conservation of Natura (IUCN).

Ironisnya, kata Susi, salah satu pengurus perusahaan pemilik keramba itu ialah aparat penegak hukum. Ia mengaku anggota Satgas 115 dan menjadi bagian dari pertukaran G to G antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Tercatat PT Air Biru Maluku dimiliki Hendrik, warga negara Tiongkok yang tinggal di Singapura.

“Sepasang ikan hiu paus berukuran 4 meter ditemukan di KJA milik PT Air Biru Maluku yang bergerak di bidang ekspor ikan hidup dan ada surat rekomendasi Gubernur Maluku untuk konservasi hias dan surat rekomendasi BKSDA untuk konservasi ikan hias,” geramnya.

Selanjutnya, imbuh Susi, akan dilakukan proses penyidikan oleh penyidik PNS Perikanan Satker PSDKP Ambon dan akan segera dilakukan pelepasliaran kembali ke habitat mereka.

Dalam merespons kejadian itu, Susi meminta adanya tagging supaya KKP mengetahui kalau ada penangkapan lagi oleh pihak lain. Ia pun berencana merevisi beberapa sanksi untuk pelanggaran kejahatan perikanan.

Selain hiu paus, KKP juga mengklaim berhasil menggagalkan penyeludupan baby lobster pada 25 Mei 2016. “Kita menggagalkan penyeludupan baby lobster ke Singapura yang tujuannya ialah Vietnam. KKP melalui Kementerian Keuangan, Kantor Penanganan Bea Cukai menangkap sekitar 150.800 baby lobster yang akan dikirim ke Singapura,” tukas Susi. (Ire/E-1)

Baca Juga

Antara/Mohammad Ayudha

Ekonom Sarankan Perluasan Pemberian Insentif

👤M Ilham Ramadhan 🕔Senin 06 April 2020, 09:40 WIB
Usaha memberikan bantuan kepada yang karyawan yang terkena PHK juga perlu dilakukan oleh pemerintah daerah agar dampaknya bisa lebih...
Dok. Kementan

Stok Kebutuhan Pokok Aman Kementan Awasi Distribusi

👤Media Indonesia 🕔Senin 06 April 2020, 09:30 WIB
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan sebelas bahan pokok untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran 2020 dalam kondisi aman dan...
MI/Bary Fathahilah

AXA Mandiri Beri Tanggungan Tenaga Medis Hingga Rp 1 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 06 April 2020, 09:26 WIB
Mengingat, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya