Sabtu 28 Mei 2016, 09:35 WIB

Gaji Ke-13 bakal Ungkit Konsumsi

Fathia Nurul Haq | Ekonomi
Gaji Ke-13 bakal Ungkit Konsumsi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo -- ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

 

PEMBAYARAN gaji ke-13 dan ke-14 untuk pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri diprediksi menjadi daya ung­kit konsumsi masyarakat yang menopang pertumbuhan ekonomi tahun ini.

“Kita melihat bahwa gaji ke-13 dan 14 dibayarkan Juni 2016. Tentu ini akan membantu pengeluaran. Jadi artinya konsumsi akan lebih baik,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo di kawasan perkantoran BI, Jakarta, kemarin.

Pada APBN 2016, pemerintah mematok angka pertumbuhan ekonomi di level 5,3%. Pada kuartal I lalu, realisasi pertumbuhan ekonomi mencapai 4,92% atau masih di bawah asumsi. Separuh pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia ditopang konsumsi, khususnya konsumsi rumah tangga.

Menurut Agus, pascagempuran tekanan tahun lalu, daya beli nasional belum juga prima menopang pertumbuhan ekonomi. Penurunan itu juga menyebabkan perusahaan di sektor consumer goods mengalami penurunan penjualan.

“Kita lihat ada beberapa perusahaan publik yang penjualan mereka agak turun dan kita juga mengamati inventory-nya. Jadi memang sedikit menurun,” jelasnya.

Secara terpisah, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan insentif yang ditunggu-tunggu PNS itu memang telah diajukan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan Rebiro) Yuddy Chrisnandi. Namun, keputusan apakah penyalurannya akan digabung atau tidak, masih belum ditentukan.

“Pokoknya nanti kita lakukan sesuai kondisi keuangan negara. Pokoknya kita atur yang terbaik, yang membantu pegawai negeri, tapi juga aman buat keuangan negara,” jelas Bambang.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo memprediksi daya ungkit insentif itu mungkin tidak sebesar yang diharapkan pemerintah, mengingat sektor konsumsi saat ini amat terpuruk. “Ya, bisa jadi tidak banyak (berpengaruh) karena daya beli kta turun. Itu untuk menahan supaya tidak semakin turun saja,” kata Agus Pambagyo melalui pesan singkat.

Agus juga mengungkit dua faktor yang akan memenga­ruhi inflasi dan terjadi bersamaan bulan depan, yakni tahun ajaran baru dan Lebaran. “Tapi kita lihat saja infasi tiga bulan mendatang,” imbuhnya.

Direktur Departemen Kebijakan Macro Prudential BI Yati Kurniati menukas pelemahan bukan hanya terjadi pada konsumsi ritel, melainkan juga sektor properti. “Awal tahun sempat rebound, lalu turun lagi. Kita harapkan bisa cepat pulih.”

Inflasi terkendali
Berdasarkan hasil survei pemantauan harga yang dilakukan BI, laju indeks harga konsumen (IHK) hingga pekan ketiga Mei 2016 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,19% secara month to month.

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, sepanjang tahun ini, laju inflasi tetap terkendali dan berada pada sasaran BI di kisaran 4% plus minus 1%.

“Dari survei kami, diperkirakan (inflasi) ada di 0,19%. Jadi, tahunannya bisa di 3,3%,” ucapnya.

Dia mengatakan tren penurunan laju inflasi secara tahunan ditopang penurunan inflasi volatile food. “Kami melihat bahwa tekanan di hortikultura seperti cabai sudah lebih turun,” ucapnya.

Namun demikian, lanjut Agus Marto, BI dan pemerintah tetap mencermati fluktuasi harga daging ayam yang masih dalam kecenderungan meningkat. “Untuk daging ayam, memang masih mesti diperhatikan,” ujar Gubernur BI.

Agus Marto meyakini tren penurunan harga secara year on year akan mendorong laju inflasi tetap berada pada kisar­an target yang ditetapkan bank sentral pada rentang 3%-5%. “Kami masih optimistis target 4 plus minus 1% masih akan bisa dicapai,” ujarnya. (E-3)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kementan Beri Subsidi Distribusi untuk Jaga Pasokan Pangan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 16:53 WIB
Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan, ketahanan pangan harus dijaga baik dari aspek ketersediaan maupun...
DOK KEMENTAN

Kabupaten Semarang Rayakan Puncak Panen Raya Padi April-Mei 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 16:48 WIB
Kabupaten Semarang sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah terus melakukan kegiatan panen padi dengan puncak panen pada...
Ilustrasi

Dampak Korona, Banyak Perusahaan Bertahan 1-3 Bulan Kedepan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 10 April 2020, 16:07 WIB
Arus kas ada yang satu bulan sampai dengan tiga bulan kedepan, lebih dari itu mereka harus cari stand by...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya