Jumat 27 Mei 2016, 06:28 WIB

KKP Fokus Kurangi Biaya Pakan Ikan

Fario Untung | Ekonomi
KKP Fokus Kurangi Biaya Pakan Ikan

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Slamet Soebjakto memperlihatkan udang galah hasil panen perdana budidaya sistem udang galah, koi dan padi (Ugakodi) -- ANTARA FOTO/Budiyanto

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus mengurangi biaya pakan ikan melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI). Setelah itu, KKP akan terus berupaya mengurangi biaya pakan yang dikeluarkan dalam usaha budidaya ikan, khususnya budidaya ikan air tawar.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Slamet Soebjakto melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/5), mengatakan saat ini, biaya yang dikeluarkan oleh pembudidaya untuk pembelian pakan cukup tinggi. Yaitu berkisar 70% sampai 80% dari biaya keseluruhan.

“Sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, harga pakan ikan harus ditekan sampai 60% dari harga yang ada sekarang," ungkap Slamet.

Menurutnya, pihaknya akan mendorong pemanfaatan bahan baku lokal karena masing-masing wilayah atau sentra budidaya memiliki bahan baku yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan baku tepung ikan impor, seperti bungkil sawit, eceng gondok, ampas kelapa, dan lain-lain.

“Kita juga akan dorong kelompok pakan ikan mandiri (POKANRI) yang terpisah dari kelompok pembudidaya, untuk menghasilkan pakan berkualitas sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), dalam jumlah yang cukup, untuk memenuhi kebutuhan kelompok pembudidaya di wilayahnya secara kontinyu,” jelas Slamet.

Saat melakukan kunjungan kerja ke daerah, Slamet telah meresmikan Pabrik Mini Pakan Ikan Mandiri di Balai Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBAT) Mandiangin dengan investasi sekitar Rp1,5 miliar dan memiliki kapasitas produksi sekitar 200 kg per jam.

"Saat ini, melalui produksi pakan ikan dari pabrik mini pakan mandiri ini, harga sudah berhasil diturunkan. Pakan ikan yang biasanya dibanderol dengan harga Rp9.000 sampai Rp10.000 per kg, bisa diturunkan menjadi Rp5.500 per kg,” sambungnya.

Pabrik pakan ikan mandiri itu merupakan salah satu pabrik pakan yang dibangun untuk mendukung GERPARI.

“Nantinya, di sini akan menjadi pusat pelatihan, perekayasaan pakan termasuk formulasi pakan, pengecekan kualitas pakan, dan juga sebagai tempat studi banding bagi masyarakat yang akan mengembangkan pakan ikan secara mandiri,” pungkas Slamet. (OL-3)

Baca Juga

DOK: SINARMAS LAND

Sinar Mas Land Siapkan Bantuan 25.000 Alat Uji Covid-19

👤RO 🕔Selasa 07 April 2020, 21:10 WIB
Puluhan ribu rapid test kit tersebut rencananya diserahkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 12.500 alat dan sisanya ke sejumlah pemerintah...
Antara

Menteri PUPR Bakal Minta Relaksasi Pembayaran Kewajiban Jalan Tol

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 20:49 WIB
Jalan tol mengalami penurunan sekitar 40 sampai dengan 60 persen dari LHR pada hari-hari...
Antara

Pemerintah Percepat Program Padat Karya Tunai

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 07 April 2020, 20:08 WIB
Kementerian Koordinator Perekonomian tengah menyiapkan sejumlah program guna melindungi masyarakat dari dampak penyebaran virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya