Jumat 27 Mei 2016, 06:17 WIB

Insentif bakal Genjot Bisnis Hulu Migas

Administrator | Ekonomi
Insentif bakal Genjot Bisnis Hulu Migas

Ilustrasi

 

ANJLOKNYA harga minyak dunia yang sempat menyentuh US$30 per barel mestinya tak perlu membuat panik pelaku industri itu.

Kondisi saat ini sejatinya belum separah krisis migas pada 1995.

Hal itu dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam diskusi IPA Convex 2016 di Jakarta, Kamis (26/5).

Apalagi, kata dia, selama ini pelaku di bisnis itu telah menikmati margin keuntungan besar.

"Kemarin kita masuk comfort zone dengan harga minyak US$100 per barel. Ketika ditekan sedikit, langsung merasa goyang karena marginnya tertekan."

Ia mengakui fenomena penurunan harga minyak dunia dalam dua tahun terakhir berimbas pada berbagai aspek, termasuk peneriman negara.

Kontribusi penerimaan migas turun dari Rp304 triliun pada 2014 menjadi Rp173 triliun di 2015. Investasi migas di Tanah Air turun 22% menjadi US$18 miliar di 2015.

Untuk mendongkrak iklim usaha hulu, imbuh Sudirman, pemerintah akan memberikan lima jenis insentif kepada pelaku pada kuartal III 2016.

Insentif itu ialah perpanjangan masa eksplorasi, fleksibilitas kepada kontraktor untuk mentransfer eksplorasi ke kontraktor lain, penyederhanaan dan keterbukaan data blok migas, insentif eksplorasi laut dalam, serta perubahan skema perhitungan pendapatan dan biaya operasional migas.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, menilai perlu ada perubahan tahapan pengembangan migas agar tahap discovery (penemuan cadangan baru) sampai produksi (on stream) dapat lebih dipercepat.

Segala tahapan itu sangat menentukan kesuksesan bisnis hulu migas secara keseluruhan.

"Kalau kementerian (ESDM) fokus di policy, SKK Migas fokus di percepatan pelaksanaan."

Amien juga menekankan, keberadaan perwakilan SKK Migas di daerah akan mereduksi kesalahpahaman pusat dan daerah, termasuk mengurai masalah perizinan dan pembebasan lahan. (Tes/E-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Dampak Korona, Banyak Perusahaan Bertahan 1-3 Bulan Kedepan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 10 April 2020, 16:07 WIB
Arus kas ada yang satu bulan sampai dengan tiga bulan kedepan, lebih dari itu mereka harus cari stand by...
MI/M Ghozi

Buat Pemudik, Faisal Basri Ingatkan soal Daya Dukung RS di Daerah

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 10 April 2020, 15:43 WIB
"Sama halnya ketersediaan tempat tidur rumah sakit sama mengkhawatirkannya. Semua tujuan mudik utama di bawah rerata nasional,"...
Antara

Kenaikan HPP Diharapkan Bisa Memperbaiki Kesejahteraan Petani

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 10 April 2020, 15:29 WIB
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania berharap kenaikan Harga Pokok Pembelian (HPP) bisa turut memperbaiki...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya