Jumat 27 Mei 2016, 06:00 WIB

Busana Harum, Mood Terjaga

Eni Kartinah | Ekonomi
Busana Harum, Mood Terjaga

THINKSTOCK

 

MOOD (suasana hati) yang positif sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas sehari-hari.

Hal itu disadari benar oleh aktris sekaligus penyanyi, Bunga Citra Lestari.

Karena itu, perempuan yang akrab disapa Unge itu selalu berusaha memulai hari dengan mood positif.

Salah satu upayanya ternyata terbilang simpel, yakni memakai pakaian yang harum.

"Baju wangi itu salah satu mood booster aku. Kalau habis mandi terus pakai baju bersih dan wangi aku jadi merasa lebih fresh, lebih siap dan percaya diri ngadepin orang-orang terkait pekerjaan, juga lebih nyaman untuk beraktivitas bersama suami dan anak," paparnya pada peluncuran produk pelembut dan pewangi pakaian Unilever, Molto Eau de Parfum, di Jakarta, pertengahan Mei ini.

Ia menambahkan, ketersediaan baju yang bersih dan harum sudah menjadi keharusan karena suami dan anaknya juga terbiasa dengan baju yang rapi, bersih, dan wangi.

"Noah (sang anak) penciumannya sensitif, suka protes kalau nyium aroma yang kurang enak," imbuhnya.

Di keluarganya, produk pelembut dan pewangi pakaian pun selalu rutin dipakai.

"Buat aku sebagai ibu rumah tangga yang juga wanita karier, produk ini membantu sekali," katanya.

Apa yang diungkapkan Bunga Citra Lestari didukung Alina, pakar parfum Firmenich, perfume house ternama asal Swiss.

Ia menjelaskan, sejak lama wewangian dipakai masyarakat di dunia karena mampu memberikan beragam efek positif pada psike seseorang, seperti meningkatkan kenyamanan, kepercayaan diri, dan menciptakan aura positif.

Untuk tampil harum, selain dengan pemakaian parfum, menurutnya, penggunaan produk pelembut dan pewangi pakaian menjadi langkah praktis dan efektif.

Memang, lanjutnya, banyak orang terutama para ibu yang mengeluhkan keharuman produk pelembut dan pewangi pakaian tidak tahan lama.

Wangi di baju hanya tercium saat pakaian baru dibilas dan dijemur.

Setelah pakaian kering, apalagi setelah diseterika dan disimpan di lemari, wanginya berangsur pudar.

Kalaupun tersisa, hanya sedikit.

Menurut Alina, hal itu terjadi karena pembuatan produk pelembut dan pewangi pakaian menggunakan parfum sebagai salah satu bahan utamanya.

Sifat parfum ialah volatil alias mudah menguap.

"Itu sifat dasar parfum. Kalau tidak volatil, wangi dari parfum tidak akan tercium oleh kita. Namun, sifat itu pula yang menjadi kelemahan produk pelembut dan pewangi pakaian sebagaimana dikeluhkan para ibu," tutur Alina.

Keluhan itu pada akhirnya memicu lahirnya inovasi baru, yakni teknologi new generation encapsulated perfume yang bisa mempertahankan keharuman lebih lama.

Alina menjelaskan, dengan teknologi itu, parfum 'dibungkus' dalam butiran-butiran kapsul khusus yang ukurannya sangat kecil, baru kemudian diolah bersama bahan-bahan lain menjadi produk pelembut dan pewangi pakaian.

Teknologi itu membuat wangi di baju bertahan lama karena parfum tersimpan dalam butiran kapsul itu.

"Butiran kapsul itu akan pecah secara berangsur-angsur ketika pakaian tergesek oleh gerakan tubuh kita atau ketika tersentuh. Saat kapsul pecah, aroma parfum yang tersimpan di dalamnya akan keluar. Jadi, keharumannya slow release. Dengan teknologi ini, baju bisa wangi seharian," terangnya.

Menurutnya, penerapan teknologi itu dapat menjadi pertimbangan saat memilih produk pewangi dan pelembut pakaian.

Selain itu, tentu saja kualitas parfum yang digunakan dalam produk tersebut juga perlu diperhatikan.

"Pilih yang menggunakan parfum kelas dunia. Kebanyakan parfum kelas dunia menggunakan bunga-bunga Prancis pilihan, seperti mawar, melati, muguet, dan geranium. Bunga-bunga itu memberika aroma yang berkesan mewah dan elegan," sarannya.

Alina juga menyarankan pemilihan produk pelembut dan pewangi pakaian disesuaikan dengan jenis kepribadian.

"Ada wewangian yang memberi kesan sporty, feminin, elegan, dan lainnya. Pilih yang merepresentasikan kepribadian kita agar kita juga nyaman dengan aromanya."

Tiga varian

Pada kesempatan sama, Marketing Director Laundry Category PT Unilever Indonesia, Anindya Hira Triadi, menjelaskan, sebagai produsen, pihaknya selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat dan menerapkan teknologi terkini dalam pembuatan produk.

Untuk jenis pelembut dan pewangi pakaian, misalnya, produk terbaru Molto Eau de Parfum sudah mengadopsi teknologi new generation encapsulated perfume.

"Dengan teknologi itu, setiap tetes Molto Eau de Parfum, atau sekitar 0,05 gram, mengandung kurang lebih 55 ribu butiran keharuman," jelasnya.

Molto Eau de Parfum terdiri atas tiga varian, yakni elegant, luxurious, dan glamour.

"Ketiganya menghadirkan keharuman bunga Prancis pilihan. Kami berharap produk ini membantu masyarakat, terutama kaum perempuan, tampil lebih sempurna dan memancarkan kesan positif bagi orang-orang sekitar," pungkas Hira. (S-1)

Baca Juga

MI/Iiz Zatnika

Kemenkop UKM Dorong Empat Skema Bantu Koperasi Terdampak Covid-19

👤M Ilham Ramadhan 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:55 WIB
LPDB siap melakukan relaksasi terhadap mitra-mitra...
Istimewa

Covid-19 Tak Halangi Petani Indramayu Panen Raya Padi dan Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:17 WIB
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan Kementan setiap tahun menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten...
Antara/Rahmad

Terdampak Covid-19, Pemerintah Siap Beli Produk Perikanan

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB
Pasar produk perikanan global ikut terdampak pandemi covid-19. Mengantisipasi turunnya permintaan, pemerintah berencana  membeli...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya