Jumat 27 Mei 2016, 02:40 WIB

IPA,Ajang Solusi Agar Migas Terus Berkembang

IPA,Ajang Solusi Agar Migas Terus Berkembang | Ekonomi
IPA,Ajang Solusi Agar Migas Terus Berkembang

MI/ARYA MANGGALA

 

DI tengah tekanan akibat turunnya harga minyak dunia, Konvensi dan Pameran Migas Indonesia Ke-40 (The 40th IPA Convention and Exhibition 2016) resmi digelar di Jakarta Convention Center, Rabu (25/5). Pembukaan acara yang mengusung tema Shifting paradigms in Indonesia; Supplying Energy in The New Reality itu dibuka Menko Perekonomian Darmin Nasution. Hadir pada acara itu, Menteri ESDM Sudirman Said, Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, serta Presiden IPA Christina Verchere. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, meski penyelenggaraan berlangsung di tengah tekanan anjloknya harga minyak, acara bergengsi itu tetap semarak dan mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. Menurut Sudirman, Presiden sempat menanyakan jumlah partisipan yang hadir di acara tahunan ini. "Saya katakan tetap menarik meski harga minyak sedang turun." Rendahnya harga minyak, lanjutnya, tidak hanya merugikan produsen, tetapi juga konsumen dan ekonomi secara keseluruhan. Sudirman mengatakan, perlu dipikirkan ulang terkait dengan rendahnya harga minyak yang berdampak pada rendahnya investasi sehingga mengakibatkan perlambatan ekonomi nasional.

"Banyak variabel kajian di sektor migas yang dulu tidak ada. Kita sudah mengupayakan dengan memotong 60% regulasi perizinan dan itu bukan hal yang mudah. Kita akan terus memberikan kepastian terkait keputusan di sektor migas," paparnya. Untuk itu, Menteri ESDM mengharapkan penyelenggaraan acara ini tidak menjadi forum keluhan, tapi ajang mencari solusi agar industri migas nasional dapat survive dan terus berkembang. Di bagian lain, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengungkapkan pihaknya tengah menyusun beberapa insentif yang diharapkan bisa mendorong sektor migas. "Kita sedang menyiapkan untuk memberikan ekstensi waktu eksplorasi untuk mencapai komitmen. Jadi, waktu untuk eksplorasi akan diperpanjang dan dipermudah pada masa sulit ini." Selain itu, pemerintah akan memberikan fleksibilitas dalam kegiatan eksplorasi. "Misalnya, komitmen dalam melakukan pengeboran yang diberikan fleksibilitas untuk analisis data. Jadi, fleksibilitas diberikan dengan cara memberikan substitusi dari kegiatan eksplorasi," terangnya.

Pemerintah juga memberikan insentif untuk eksplorasi di laut dalam dan remote area serta simplifikasi pada akses data. Untuk menarik minat investor dalam lelang wilayah kerja migas, pemerintah telah memperbolehkan mekanisme penentuan split yang melalui proses biding dari proses sebelumnya yang ditentukan pemerintah. "Kita sedang berupaya untuk menekan jumlah perizinan yang ada dari 104 perizinan menjadi tinggal 42. Jumlah itu sedang diproses untuk kembali ditekan menjadi hanya 20 perizinan dan akan terus didorong hingga hanya 8 izin. Insentif-insentif itu akan dikejar pada kuartal ketiga tahun ini. Karena sulit dikejar pada semester 1 tahun ini dengan adanya Ramadan dan Idul Fitri," jelas Wiratmadja.

Tiga kontrak
Konvensi dan Pameran Migas itu diselenggarakan Indonesia Petroleum Association (IPA), organisasi nonprofit yang didirikan pada 1971. IPA beranggotakan para pemain besar minyak dan gas bumi di Indonesia. The 40th IPA Convex 2016 menghadirkan para pengambil keputusan, regulator, para ahli, investor, operator, serta industri penunjang migas. Mereka berupaya mencari solusi bagi industri migas yang tengah tertekan akibat turunnya harga minyak dunia. Pembukaan acara yang berlangsung 25-27 Mei 2016 itu diisi dengan penandatanganan kontrak kerja sama Blok East Ambalat dan Blok Central Bangkanai serta penandatanganan tiga perjanjian jual beli gas bumi (PJBG).

Seluruh kontrak diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, seperti pupuk, kelistrikan, dan industri. Potensi penambahan pendapatan negara selama periode perjanjian jual beli sebesar US$544,66 juta atau sekitar Rp7,4 triliun. Perjanjian jual beli gas bumi yang ditandatangani untuk pupuk ialah Conoco Philips Ltd dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dengan jangka waktu 5 tahun. Besarnya pasokan gas sekitar 70 juta kaki kubik gas bumi per hari (MMSCFD) dengan tambahan penerimaan negara sebesar USD470 juta atau Rp6,39 triliun.

Kemudian PT Medco E&P Indonesia dan PT Meppo-Gen untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, dengan durasi dua tahun dan akan memasok 10-16 miliar british thermal unit per hari (BBTUD). Perjanjian itu memiliki potensi penerimaan negara sebesar US$68,52 juta atau Rp931,87 miliar. Terakhir, kerja sama antara PT Medco E&P Indonesia dan Perusahaan Daerah Petrogas Ogan Ilir untuk industri di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, dengan jangka waktu kontrak hingga 31 Desember 2019 yang akan memasok 1,3-1,6 BBTUD. Perjanjian itu akan menambah pendapatan negara sebesar US$6,14 juta atau Rp83,5 miliar. (S-1)

Baca Juga

DOK: SINARMAS LAND

Sinar Mas Land Siapkan Bantuan 25.000 Alat Uji Covid-19

👤RO 🕔Selasa 07 April 2020, 21:10 WIB
Puluhan ribu rapid test kit tersebut rencananya diserahkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 12.500 alat dan sisanya ke sejumlah pemerintah...
Antara

Menteri PUPR Bakal Minta Relaksasi Pembayaran Kewajiban Jalan Tol

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 20:49 WIB
Jalan tol mengalami penurunan sekitar 40 sampai dengan 60 persen dari LHR pada hari-hari...
Antara

Pemerintah Percepat Program Padat Karya Tunai

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 07 April 2020, 20:08 WIB
Kementerian Koordinator Perekonomian tengah menyiapkan sejumlah program guna melindungi masyarakat dari dampak penyebaran virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya