Rabu 25 Mei 2016, 06:00 WIB

Ario bayu Jaga Orang Utan sebagai Identitas Bangsa

Bagus Himawan | Hiburan
Ario bayu Jaga Orang Utan sebagai Identitas Bangsa

MI/RAMDANI

 

ARIO Bayu mengaku salut melihat kehidupan sosial di Suaka Margasatwa (SM) Rimbang Baling, Kabupaten Kampar, Riau, salah satu kawasan konservasi kantong habitat harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae).

Aktor kelahiran Jakarta, 6 Februari 1985, itu membandingkan perilaku masyarakat Rimbang Baling dengan masyarakat urban dalam menjaga keseimbangan alam.

"Bagaimana masyarakat yang hidup tanpa listrik, jalan darat, dan terisolasi, tetapi punya pemikiran lebih maju soal lingkungan. Mereka punya lubuk larangan, yang ikannya dijaga dengan aturan adat. Hutannya juga rimba adat," sebut Ario.

Ario yang ditabalkan sebagai Warrior Orang Utan WWF Indonesia mengagumi pandangan masyarakat di Rimbang Baling dalam melihat harimau sumatra secara kultural. Butuh landasan kuat untuk penyelamatan si kucing besar asli Sumatra itu.

"Masyarakat menyebut harimau dengan sebutan datuak. Jadi secara kultural, harimau mereka tuakan," tandas pemeran Bung Karno di film Soekarno: Indonesia Merdeka itu.

Ario dan Warrior Tiger WWF Joe Taslim sempat mampir dan berinteraksi dengan masyarakat Gema, Tanjung Belit, dan Muaro Biro, yakni tiga desa yang berada di dalam kawasan penyangga SM Rimbang Baling.

Menurutnya, kawasan Rimbang Baling, terutama di daerah aliran Sungai Subayang, memiliki kondisi tutupan hutan yang masih relatif terjaga dengan baik. Selain itu, ia melihat ketergantungan masyarakat terhadap sungai. Ia menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat Rimbang Baling begitu menghormati dan menjaga Sungai Subayang.

"Saya melihat sungai itu seperti darah mengalir untuk kehidupan. Mereka tidak main-main bila bicara sungai. Bahkan katanya, ada ritual adat khusus untuk menghormati sungai," tutupnya.

Warrior WWF

Selain Ario, WWF Indonesia menggandeng Joe Taslim, Nadine Chandrawinata, dan Nadya Hutagalung sebagai warrior pembela satwa Indonesia yang terancam punah. Ario didapuk sebagai warrior pembela orang utan, Joe membela kelestarian harimau sumatra, Nadine berjuang demi kelestarian penyu, dan Nadya mewakili penyelamatan habitat gajah sumatra.

Pada kesempatan yang sama, Joe, 35, mengaku siap ditinggal sponsor karena menjadi pendukung WWF dalam kampanye konservasi satwa liar harimau sumatra. "Menjadi Tiger Warrior WWF merupakan panggilan jiwa, bukan kontrak. Jadi, saya siap menerima risiko ditinggal sponsor terutama dari produk-produk yang terindikasi tidak ramah lingkungan," ujarnya.

Aktor laga yang pernah main di film box office Fast Furious 6 itu mengamini Ario bahwa peran masyarakat di sekitar hutan sangat penting dalam menjaga pelestarian populasi harimau sumatra.

Ia pun mengaku bangga sebagai orang Sumatra bisa terlibat aktif menjadi suporter kampanye harimau sumatra. (H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More